Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Start Up di Indonesia Butuh Regulasi

9:54:04 | 16 Jun 2013
Start Up di Indonesia Butuh Regulasi
Shinta Dhanuwardoyo (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Pebisnis yang masuk kategori rintisan (Start up)  di Indonesia membutuhkan payung regulasi untuk membantu perkembangannya  dalam mengarungi ekonomi kreatif.

“Bisnis digital yang marak belakangan ini belum dilengkapi kerangka regulasi yang menjadi payung hukum bagi pelaku usaha. Padahal, Indonesia termasuk negara dengan penetrasi internet yang tinggi dan banyak pelaku usaha start up,” ungkap Founder Bubu.com Shinta Dhanuwardoyo di sela IDByte Conference belum lama ini.

Menurutnya, bisnis start up ini sesuatu yang baru di Indonesia walau pertumbuhannya luamyan tinggi. Pemerintah pun terkesan masih gagap dalam mendukung melalui kebijakan.

“Kami berharap semua bisa duduk bersama agar start up lokal bisa menjadi pemain dunia seperti Amazone dan lainnya. Salah satu yang kita minta pertimbangkan adalah masalah pungutan pajak untuk para start up, padahal bisnisnya baru mulai,” katanya.

Masih menurutnya, jika pemerintah memberikan dukungan dan ekosistem kian matang, maka dalam waktu tiga hingga lima tahun mendatang start up di Indonesia akan masuk perhitungan dunia.

Penghargaan
Sedangkan dari ajang  Bubu Awards V.08, Shinta mengungkapkan,  Dreadout,  game horror untuk PC yang menggunakan latar, tokoh, musik dan hantu yang serba Indonesia terpilih menjadi  pemenang the best startup 2013.

DreadOut berhasil menyisihkan 11 finalis lainnya yang telah mengikuti startup hunt di empat kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta.

Sebagai pemenang, DreadOut berkesempatan untuk mengikuti perjalanan ‘Geeks on a Plane’ ke Timur Tengah, menghadiri sesi pendampingan (mentoring) bersama pengusaha Sandiaga Uno, kesempatan mendapat investasi dari Dave McClure, pendiri 500Startups sebesar US$  50 ribu  serta kesempatan memenangkan hadiah tunai dari Indonesia Setara sebesar Rp. 25 juta.

Bubu Awards merupakan penghargaan untuk para pelaku digital di Indonesia yang telah diselenggarakan sejak 2001.Penghargaan ini terbagi dalam beberapa kategori meliputi campaign award, web award, mobile application award, dan digital talent award.

Bubu Awards V.08 menambahkan satu kategori yaitu penghargaan the best startup, khusus untuk memberikan apresiasi kepada para startup Indonesia yang saat ini tengah bertumbuh.

Bernilai Tinggi
Sementara itu,  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu yang juga menjadi salah satu pembicara di IDByte Conference  mengungkapkan nilai bisnis industri kreatif berbasis aplikasi dan teknologi informasi pada 2012 mencapai Rp13,1 triliun dengan pertumbuhan 9% setiap tahun.

"Dari nilai tersebut, aplikasi games mencatat nilai Rp1,8 triliun dan media online sebesar Rp7,4 triliun," ungkapnya.
 
Mari mengungkapkan industri kreatif bidang TI mencetak sekitar 200.000 lapangan kerja, dan memicu multiplier effect sektor industri lain.

Disayangkannya,  sektor industri kreatif yang begitu besar nilai bisnisnya masih belum dilirik sektor perbankan, sehingga ada kendala permodalan.

"Kami dari Kemenparekraf telah membicarakan hal ini secara intensif dengan pihak Bank Indonesia dan mereka nampaknya masih butuh waktu untuk mengenal produk ini serta nilai bisnisnya," ujarnya.

Pasalnya, industri kreatif bidang Teknologi Informasi (TI) tidak  kasat mata dan tidak bisa diukur dari investasi materi, karena yang ada adalah investasi kreativitas dan kekayaan intelektual.

Dikatakanya,   kesempatan pengembang konten lokal di Indonesia untuk jadi tuan rumah di negeri sendiri sangat besar, terutama karena tingkat konektivitas antar penduduk Indonesia yang sangat tinggi, lewat Facebook dan Twitter, sedangkan penetrasi ponsel sudah melewati 100% jumlah penduduk.

Sebelumnya,  International Data Corporation (IDC) memperkirakan konten lokal  akan menjadi bintang di tahun 2013 dengan nilai akuisisi atau partnership terhadap start up lokal mencapai US$15 juta hingga   US$17 juta.

IDC  memperkirakan startup yang bisa mengikuti karakter masyarakat Indonesia dan dibuat dengan Bahasa Indonesia lebih diminati investor asing.   

Menurut IDC, Beberapa jenis startup yang memiliki potensi untuk diajak bermitra  oleh investor asing antara lain online game, social media , mobile application dan jual beli online.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year