telkomsel halo

First Media: Sitra Wimax Beralih ke TDD LTE

9:03:52 | 29 May 2013
First Media: Sitra Wimax Beralih ke TDD LTE
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko)  – PT First Media Tbk (KBLV) akhirnya mengakui tengah mengalihkan teknologi yang digunakan Sitra Wimax dari Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) ke  Time Division Duplex Long Term Evolution (TDD LTE) di wilayah Jabodetabek.

“Kita baru bertemu dengan  Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) pada Selasa (28/5) membahas peralihan itu. Sitra Wimax akan adopsi TDD LTE untuk menjalankan Broadband Wireless Access (BWA),” ungkap Direktur Penjualan First Media Dicky Mochtar melalui sambungan telepon,  Selasa (28/5).

Sayangnya, Dicky enggan memaparkan lebih lanjut tentang detail peralihan. “Nanti akan ada paparan lebih lanjut. Saya mau rapat dulu,” kilahnya.

Anggota Komite BRTI  M. Ridwan Effendi ketika dikonfirmasi mengakui ada pertemuan dengan jajaran manajemen First Media pada Selasa (28/5) terkait peralihan teknologi Sitra Wimax.

“Memang ada pertemuan dengan manajemen First Media sekitar satu jam. First Media memang akan pindah teknologi, dalam waktu empat bulan dijanjikan sudah selesai,” ungkapnya.

Diungkapkannya, dalam peralihan teknologi itu First Media terpaksa menghentikan layanan Sitra Wimax untuk menghindari interferensi. Pelanggan diberikan alternatif selama layanan dihentikan sementara yakni  menunggu, menjual kembali modemnya seharga pertama kali membeli ditambah  bonus voucher belanja, atau pindah sementara ke layanan internet kabel dengan tarif istimewa.

Ditambahkannya, walau peralihan teknologi tidak menjadi masalah karena teknologi netral memang diterapkan di frekuensi 2,3 GHz, namun  sebelum layanan TDD LTE  dijalankan harus melewati proses Uji Laik Operasi (ULO).

“Hal yang kami sesalkan adalah  First Media mengumumkan akan beralih teknologi dan menghentikan layanan di situsnya tanpa melapor dulu ke regulator. Kita lihat ada unsur kelalaian disini. Tetapi masalah itu cukup dianggap melanggar atau tidak akan dibahas di pleno. Hasil rapat hari ini akan dibawa ke pleno,” jelasnya.

Sebelumnya, General Manager Solution Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi  mengakui   tengah mengerjakan penggelaran jaringan  TDD LTE untuk Sitra Wimax di wilayah Jabodetabek. “Kami tengah gelar eNodeB dan Core TDD LTE untuk First Media di wilayah Jabodetabek,” ungkapnya.

TDD LTE diklaim  menjadi  teknologi dan solusi yang menawarkan layanan-layanan yang lebih majemuk, peningkatan kecepatan yang lebih tinggi dan percepatan konektivitas M2M (machine to machine), serta pelayanan berbagai aplikasi media sosial lainnya.

Sekadar catatan,  kala Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengumumkan akan menerapkan teknologi netral di frekuensi 2,3 GHz, First Media mengatakan  menyiapkan dana sekitar US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun   untuk menghasilkan layanan internet kecepatan hingga 150 megabit per detik (Mbps) di Indonesia.

Kalkulasi First Media, jika TDD LTE dijalankan  dalam waktu enam sampai 12 bulan ke depan bisa menambah sekitar 400.000 pelanggan baru.  

First Media selama ini mengomersialkan secara terbatas layanan BWA karena berhati-hati dalam masalah kualitas layanan. Soft launching baru digelar pada Maret 2012.

Walau layanan masih bersifat komersial terbatas, dari laporan keuangan triwulan pertama 2013 First Media tercatat jasa BWA memberikan pendapatan sekitar Rp 3,8 miliar. Diperkirakan pelanggan Sitra ada sekitar 11 ribu orang. Dalam situs resmi Sitra Wimax diumumkan  pengembangan teknologi untuk wilayah Jabodetabek mulai tanggal 7 Juni 2013.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Editorial
Prahara di angkasa