Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

Penguasa Membangkitkan Iklan Digital

10:55:12 | 26 May 2013
Penguasa Membangkitkan Iklan Digital
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) –  Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) belum lama ini mengeluarkan data tentang belanja iklan di Indonesia.

Pada 2012,  belanja iklan tercatat Rp 107 triliun. Sekitar 66% dari belanja iklan itu diserap  media tradisional yakni  30% media cetak, dan sisanya adalah iklan radio dan iklan digital. Pada 2013, diprediksi total belanja iklan secara industri tahun ini mencapai Rp 124 triliun.

Komposisi penyerap belanja iklan tetap tak berubah dengan tahun lalu. Namun, dalam lima hingga enam tahun ke depan, diprediksi komposisi agak berubah seiring iklan digital mengalami pertumbuhan di kisaran 10%-12% dari posisi kontribusi 3%.
 
Prediksi ini menjadikan sejumlah operator besar kembali melirik iklan digital atau mobile advertising setelah sempat terpukul dengan tsunami konten pada Oktober 2011. Kala itu,  produk Location Based Advertising (LBA) yang menjadi salah satu andalan iklan digital terpaksa tiarap karena dianggap salah satu pemicu sedot pulsa.

Tiga pemain besar, Telkomsel, Indosat, dan XL, telah sepakat melakukan sinergi dalam menggarap iklan digital. Walau ada sinergi, tetapi masing-masing bebas untuk menggarap pasar masing-masing.

Telkomsel sebagai penguasa di pasar seluler langsung tancap gas dengan  memasarkan layanan iklan secara mobile yang dinamakan Telkomsel Digital Advertising.

Saat ini kontribusi layanan mobile advertising kurang dari 5% terhadap bisnis digital services Telkomsel. Seiring kian membesarnya kontribusi iklan digital bagi belanja iklan nasional lima tahun mendatang, maka Telkomsel memprediksi jasa ini kontribusinya bisa tumbuh ke total omzet perseroan di kisaran  20%-30% pada 2015.

Telkomsel telah memulai layanan ini sejak tahun 2010. Jumlah  pemilik merek yang masuk dalam Telkomsel Digital Advertising berjumlah 7.000. Pemilik merek yang memanfaatkan produk Telkomsel adalah Fast Moving Consumer Good (FMCG) seperti Unilever, segmen banking,  segmen ritel, dan otomotif.

Kompetitif
Head of Digital Advertising Group Telkomsel  Adrian Suherman menjelaskan, produk iklan digital lebih kompetitif dibanding media lain karena menyasar target konsumen secara lebih spesifik, seperti berdasarkan lokasi pengguna smartphone.

Kalkulasi yang digunakan Adrian adalah  230 juta penduduk Indonesia sebanyak  90% menggunakan ponsel.  Sekitar  120,6 juta  pengguna diklaim sebagai  pelanggan Telkomsel. Melalui basis pelanggan yang besar, wajar jika Telkomsel berharap banyak pasokan omzet dari bisnis iklan digital.
 
“Bayangkan jika promosi menggunakan media ponsel.  Pesan bisa disesuaikan dan dikirimkan kepada calon konsumen dengan kriteria tertentu, seperti demografi, kebiasaan masyarakat, ketertarikan, lokasi maupun jenis perangkat,” ujarnya.

Belum lagi, lanjutnya,  pemilik merek juga dapat memilih sendiri channel yang ingin digunakan, karena Telkomsel  menawarkan serangkaian layanan untuk berkomunikasi sesuai dengan target sasaran.

Layanan yang ditawarkan itu adalah messaging, display,  dan reward.  Selain itu, ada channel lain yang tersedia dalam layanan Telkomsel Digital Advertising, seperti iklan di billing statement, banner di e-Billing, maupun di TV GraPARI.

"Channel messaging masih yang paling besar konsumennya yakni sekitar 60-70% karena channel ini yang paling lama sejak tahun 2010. Kita bidik dalam setahun hingga dua tahun ke depan ada 14 ribu pemilik merek bergabung di Telkomsel ," katanya.
 
Sisi Pelanggan
Secara terpisah, Praktisi Telematika Teguh Prasetya mengatakan dalam mengembangkan iklan digital operator tidak bisa hanya memikirkan kebutuhan dari sisi pemilik merek, tetapi juga kenyamanan pelanggan.

“Ini medianya interaktif, beda jika menggunakan televisi atau koran.Ponsel itu kan ranah pribadi, operator harus belajar dari kasus Oktober 2011,” katanya.

Menurutnya, operator harus menjadikan iklan yang dikirimkan sebagai bagian retensi ke pelanggan dimana informasi yang dikirimkan itu memang dibutuhkan. “Tak bisa main blast saja. Sebaiknya dibuka opsi registrasi bagi pelanggan yang memang menginginkan ada iklan masuk ke ponselnya,” katanya.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year