telkomsel halo

Qatar Telecom Adopsi Merek Ooredoo

11:16:41 | 21 Mar 2013
Qatar Telecom Adopsi Merek Ooredoo
Peluncuran merek Ooredoo (DOK ISAT)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Qatar Telecom (Qtel) menjadi anak usaha pertama dari Qtel Group yang mengadopsi  merek dagang  Ooredoo.

Ooredoo merupakan nama baru dari Qtel Group  yang diluncurkan bulan Februari lalu di Barcelona.  Ooredoo dipilih dalam bahasa arab yang berarti “Saya ingin” untuk merefleksikan aspirasi pelanggan.

“Nama baru ini menunjukkan niat untuk menjadi lebih dekat dan mendukung berbagai kegiatan pelanggan. Kami bangga bahwa pertama kalinya bisnis kami  dimulai di Qatar, sebagai awal, dan  saat ini telah menjadi merek yang global, ” kata Komisaris Utama, Ooredoo H.E. Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani dalam keterangan tertulisnya.

Dijelaskannya Komitmen inti perusahaan didukung oleh nilai-nilai yaitu Caring (peduli),  Connecting (koneksi), dan Challanging (tantangan). Komitmen  ini sudah dirancang untuk membawa perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadikan Qatar  salah satu negara yang memilikii sambungan terbaik didunia, sejalan dengan visi Nasional Qatar 2030.
 
Ooredoo adalah perusahaan pertama yang memperkenalkan GSM di wilayahnya dan tahun 2007 meluncurkan TV Mozaic, sebagai pioneer IPTV. Di tahun 2012, Ooreedoo meluncurkan jaringan serat optik dan memperkenalkan layanan bagi korporasi yaitu Cloud and Mobile Money. Saat ini, Ooredoo sedang  mempersiapkan layanan broadband selular 4G LTE secara komersial.

Ooredoo Group beroperasi di   Timur Tengah, Afrika Utara dan Asia Tenggara, pada tahun 2013 dan 2014, termasuk Indosat di Indonesia, Wataniya di Kuwait, Nawras di Oman, Tunisiana di Tunisia dan Nedjma di Algeria.  

President Director & CEO Indosat, Alexander Rusli mengucapkan selamat dengan peluncuran Ooredoo di Qatar. “Kami bangga menjadi bagian dari Ooredoo, yang memiliki visi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menstimulasikan pertumbuhan bagi komunitas melalui berbagai layanan yang kami sediakan. Implementasi merek Ooredoo di Indosat akan mempertimbangkan kepentingan pelanggan, komunitas di Indonesia, dan pemegang saham minoritas,” katanya.

Sekadar catatan, pada 2012 perusahaan melaporkan pendapatan usaha sebesar US$ 9,3 miliar  atau setara Rp 327,18 triliun naik 6,2% dibandingkan 2011. Hingga 31 Desember 2012 memiliki lebih dari 92,9 juta pelanggan global.  Sedangkan laba bersih pada 2012 sebesar  QAR 2.94 miliar atau setara Rp 7,839 triliun, naik dari 2011 sebesar  QAR 2.61 miliar atau setara Rp 6,95 triliun.

Tipisnya pertumbuhan keuntungan perseroan tak bisa dilepaskan dari penurunan kinerja di Indonesia dan Irak. Indosat sendiri memiliki kontribusi signifikan bagi Ooredoo.Diperkirakan Ooredoo telah mengeluarkan dana sekitar  US$3.9 miliar atau setara Rp 37,86 triliun selama 2012 guna mendukung anak usahanya di luar negeri.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year