Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

Modern Internasional Lepas Bisnis Grosir Telekomunikasi

20:58:00 | 15 Dec 2012
Modern Internasional Lepas Bisnis Grosir Telekomunikasi
Ilustrasi (Dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (indotelko)  – PT Modern Internasional (MDRN) melepas bisnis grosir produk telekomunikasi dan akan fokus di pengembangan gerai Seven-Eleven (Sevel).

“Kita untuk bisnis grosir produk telekomunikasi tidak main lagi karena margin kian tipis, dan persaingan ketat. Jika pun bermain di produk telekomunikasi itu lebih di pasar retail yang langsung ke pelanggan melalui gerai Sevel,” ungkap Direktur Utama Modern Internasional  Sungkono Honoris, di Jakarta, Jumaat (14/12).

Menurutnya , saat ini bisnis telekomunikasi sudah memasuki titik jenuh karena operator membanting harga terlalu murah dan banyak bonus yang membuat permintaan isi ulang tidak terlalu tinggi. “Jika bermain di pasar grosir bisa kedodoran. Karena itu baiknya dioptimalkan saja gerai Sevel untuk berjualan retail produk telekomunikasi langsung ke pelanggan,” katanya.

Berdasarkan catatan, hingga triwulan III-2012 Sevel masih menjadi kontributor utama bagi Modern Internasional dengan penjualan    mencapai Rp 388,429 miliar atau naik 91,7%  bila dibandingkan  periode yang sama tahun lalu.

Total pendapatan dari Modern Internasional hingga triwulan III-2012 adalah Rp  736,5 miliar  atau naik 12%  dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih di triwulan III-2012 sebesar Rp 39,6 miliar.

Penjualan 7-Eleven tersebut menutup anjloknya penjualan anak usaha  di bidang telekomunikasi yang turun 71,3%  menjadi Rp 36,185 miliar.

Pada tahun ini perseroan   membidik keuntungan sekitar Rp 54- Rp 55 miliar pada tahun ini seiring terealisasinya target pendapatan hingga awal Desember sekitar 90-95%. Pendapatan yang ditaregtkan pada tahun ini sekitar Rp 1 triliun.(id)
 

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
XL kurangi kepemilikan di PDGDC