Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Terlalu Melejit, Saham IBST Disuspensi

22:03:38 | 11 Sep 2012
Terlalu Melejit, Saham IBST Disuspensi
(dok.)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (indotelko) – PT Bursa Efek Indonesia Tbk (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) pada Senin (10/9) karena menilai pergerakan efek itu terlalu tinggi dan tidak mencerminkan valuasi dari emiten penyedia menara tersebut.

Dalam rilisnya Kadiv Perdagangan Saham BEI, Andre P J Toelle menjelaskan suspensi terhadap saham IBST dilakukan karena kenaikan yang terlalu tinggi sejak ditutup pada 31 Agustus 2012 dan   dalam rangka cooling down pada perdagangan   10 September 2012.

“Suspensi ini dilakukan baik pada pasar reguler maupun pasar tunai dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya pada saham IBST,” jelasnya.

Disarankannya, kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan IBST.
Sebelumnya, Jumaat (7/9) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Ito Warsito dalam rilisnya  menyatakan saham  IBST   masuk unsusual market activity (UMA) pada Kamis (6/9). Saham IBST mengalami peningkatan harga dan aktivitas transaksi di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya.

Managing Research PT Indosurya Asset Management, Reza Priyambada menilai langkah yang diambil BEI itu sudah tepat karena pergerakan saham dari Inti Bangun memang terlalu tinggi, sehingga wajar saja otoritas bursa untuk mengambil langkah melindungi investor.

Berdasarkan catatan, harga saham dari emiten dengan kode IBST ini pada penutupan pasar 31 Agustus 2012 adalah Rp 1.500. Setelah itu pada 3 September 2012 naik menjadi Rp 1.870, 4 September (Rp 2.325), 5 September (Rp 2.900), 6 September (Rp 3.625), dan saat di suspensi pada 10 September di Rp 4.400.

Posisi terakhir dari nilai saham mengalami peningkatan harga kumulatif yang signifikan  sebesar Rp 2.900 per saham atau 193,33%. Saham IBST sendiri dalam waktu tiga hari berturut-turut sejak  melantai di bursa (31 Agustus 2012), selalu masuk dalam daftar top gainer.

“Pergerakan sahamnya memang terlalun kenceng jika dibandingkan dengan PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) yang melantai di bursa pada 11 Oktober 2011, dan dalam waktu dua hari  pergerakan sahamnya tidak begitu tinggi,” ungkapnya.

Menurut Reza, dari  hasil kalkulasinya seharusnya nilai saham dari  IBST pada akhir tahun bermain di kisaran Rp 2.500.

“Ini hanya dalam hitungan hari malah sudah melampaui. Biasanya ini yang bermain investor di korporasi.  BEI bisa memeriksa setiap transaksi pembelian sahamnya dan melihat kejanggalannya,” jelasnya.

Masih menurut Reza, jika tidak  ada yang mendorong saham IBST tentu hal yang aneh karena jika dilihat dari kacamata investor tentu akan lebih memilih emiten sejenis yang menjanjikan pendapatan lebih besar.

“Jika mau investasi tentu lebih memilih Tower Bersama yang jumlah menara lebih besar dan menjanjikan dividen lebih tinggi,” katanya.

Telkom Marketing 2
Direktur Utama Inti Bangun Sejahtera Andrie Tjioe kala dikonfirmasi membantah dugaan adanya permainan dalam mengerek harga saham perseroan. “Inti Bangun memang perusahaan yang bagus. Tidak ada sama sekali “permainan”. Harga saham itu pure dari market,” tegasnya.

IBST merupakan perusahaan bidang usaha penunjang telekomunikasi  yang baru saja  melaksanakan penawaran umum saham perdana (IPO)  dengan  melepas sebanyaknya 154,24 juta lembar saham atau setara 15 persen  dari seluruh jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran seribu rupiah  per saham.

Angkasa Pura 2
Dana hasil IPO ini sebesar 85% akan digunakan untuk pembiayaan investasi baik untuk akuisisi menara maupun pembangunan menara dan sisanya sebagai modal kerja.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma