Cara UI cetak agen perubahan berbasis kopi

08:10:28 | 14 Aug 2018
Cara UI cetak agen perubahan berbasis kopi

JAKARTA (IndoTelko) - “Banyak belum tentu cukup, Sedikit belum tentu kurang. Jangan takut untuk berbagi, dan berbagi tidak perlu menunggu lebih”.

Kata-kata filosofis keluar dari Setiawan Subekti (Pak Iwan), pemilik dan pengelola Kopai Osing, Kemiren – Banyuwangi. saat menyambut Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia, Kepala Desa, dan Petani Kopi terpilih dari Desa Lilangan, Belitung Timur.

Universitas Indonesia (UI) turut menunjukkan partisipasinya pada geliat kopi nusantara yang semakin meningkat.

Salah satunya dalam bentuk pengabdian masyarakat bertema pertanian berkelanjutan dan kewirausahaan berbasis kopi.

Diawali dengan perhatian pada karakter unik masyarakat Belitung Timur dalam mengkonsumsi kopi, kegiatan ini fokus pada satu-satunya wilayah penghasil kopi di Belitung timur, yaitu Desa Lilangan.

Dituturkan oleh ketua tim pengabdi sekaligus Dosen Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, Sri Rahayu (Ayu), kegiatan pengabdian ini terdiri atas tiga rangkaian, pertama adalah tahap pengkajian yang dilakukan kepada Petani Kopi di Desa Lilangan, Belitung Timur.

Kedua adalah perencanaan program kegiatan berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan, dan terakhir adalah pelaksanaan program yang berwujud edukasi dan workshop kepada para petani kopi tentang pertanian berkelanjutan kopi dan pengembangan industri kreatif berbasis kopi.

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa budaya 1001 warung kopi di Belitung tidak cukup mampu membuat para petani kopi cakap dalam hal pengelolaan kopi, termasuk di dalamnya memberikan nilai tambah pada kopi sebagai upaya pertanian berkelanjutan. Diaz Pranita, salah satu anggota tim pengabdi menambahkan bahwa bidang penanaman pohon kopi di Desa Lilangan, Belitung Timur, masih tidak beraturan, demikian pula tinggi pohon kopi yang tidak standar (terlalu tinggi). Ditambah lagi dengan alat pemroses kopi yang masih tradisional”.

Hal ini tentu saja masih jauh dari kata siap, untuk melanjutkan program pertanian berkelanjutan dan kewirausahaan berbasis kopi di desa ini

Berdasarkan hal tersebut, maka Ayu memutuskan bahwa perencanaan progam didesain untuk mencetak para agen perubahan (agent of change) pada pertanian kopi Desa Lilangan, Belitung Timur.

Para tim pengabdi UI kemudian mengajak Kepala Desa Lilangan, bersama petani-petani pilihan untuk belajar bersama Pak Iwan, pakar kopi sekaligus pemilik dan pengelola Kopai Osing Kemiren Banyuwangi.

Pada kesempatan kali ini, Pak Iwan mengajarkan proses pengelolaan kopi menyeluruh “FromSeedsToCups. Petani diajarkan bagaimana memilih benih kopi terbaik, menyemai benih tersebut menjadi bibit kopi yang sempurna untuk dilanjutkan pada proses tanam berikutnya.

Tidak berhenti sampai disana, Pak Iwan turut serta menunjukkan bagaimana proses pegelolaan biji kopi, mulai dari proses panen, pengeringan, penyangraian (roasting), penggilingan (grinding), bahkan proses menyajikan kopi dalam cangkir ala manual brew coffee.

Menurut Kepala Desa Lilangan Belitung Timur Suparman, edukasi dan workshop ini adalah yang terbaik dan belum pernah didapatkan dimanapun. Baik olehnya, maupun oleh petani di Desa Lilangan, Belitung Timur.

 Melalui kegiatan ini, para petani akhirnya dapat mengidentifikasi varietas Kopi Lilangan yang ternyata masuk pada ketegori Excelsa – Liberica, salah satu varietas kopi yang “bandel” yang memiliki tingkat keberhasilan tinggi.

Sehingga beliau optimis bahwa potensi kopi di Belitung Timur, khususnya di Desa Lilangan akan dapat diotimalkan.

“Kami sangat berterima kasih sekali kepada Pak Iwan dan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia tentu saja, karena melalui kegiatan ini, kami jadi mengetahui proses menanam kopi yang baik, serta cita rasa terbaik yang dapat dihasilkan oleh Kopi Lilangan," ditambahkan Slamet, salah satu petani kopi.

Bahkan Sobana, petani kopi lainnya, menuturkan sebelumnya tidak pernah tahu kalau kopi bisa begini rasanya. "Mantap lah pokoknya," katanya.

Kegiatan ini diakhiri dengan serah terima bibit sekaligus mesin prosesing kopi kepada para agen perubahan pada pertanian kopi Desa Lilangan, Belitung Timur.

Diharapkan, kedepannya kegiatan ini akan menularkan kebaikan kepada petani-petani kopi lain di Desa Lilangan khususnya, dan di seluruh Indonesia. Sehingga semakin banyak penikmat kopi yang dapat menikmati kopi dari negerinya sendiri (ad).

Baca Juga:
More Stories
 
Muhammad Awaluddin
Rubrik ini diasuh oleh Chairman of Indonesia Digital Society Forum (IDSF) yang juga Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) 2013-2015, Muhammad Awaluddin.

Awaluddin juga penulis Buku Digital EntreprenuerShift dan Digital ChampionShift.

Pembaca bisa bertanya seputar cara mengelola bisnis dan solusi-solusi Teknologi Informasi untuk transformasi digital melalui email ke alamat Redaksi@IndoTelko.id

Pengasuh akan menjawab setiap email yang masuk melalui sub kanal ini dari setiap pertanyaan yang masuk.

Jangan lupa cantumkan alamat sesuai KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi di email.

 
Digital Talk

Rubrik Digital Talk dipersembahkan oleh Indosat dan Ooredoo untuk berbagi pengetahuan tentang mengembangkan serta membangun usaha berbasis teknologi informasi bagi pelaku bisnis di Indonesia.