telkomsel halo

Kemnaker siapkan 100 paket pelatihan vokasi di Sukabumi

08:18:00 | 12 Okt 2026
Kemnaker siapkan 100 paket pelatihan vokasi di Sukabumi
INDOTE LKO (Jakarta) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan program Tailor Made Training (TMT) Batch 2 di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026). Program ini menyediakan 100 paket pelatihan vokasi bagi 1.600 calon peserta dengan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan potensi ekonomi daerah.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pelatihan vokasi perlu dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja lokal agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

“Program ini dirancang khusus berbasis kebutuhan pasar kerja lokal guna mencetak tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Yassierli saat membuka program tersebut. Sebanyak 400 peserta hadir dalam kegiatan pembukaan.

Pelatihan dijadwalkan dimulai pada 19 Oktober 2026 dan berlangsung selama dua pekan. Sebanyak 11 jenis pelatihan disiapkan dalam empat klaster, yakni ekonomi digital, perkantoran dan komunikasi; pangan dan kuliner; garmen dan fesyen; serta kecantikan.

Klaster ekonomi digital, perkantoran, dan komunikasi mencakup Practical Office Advance, Content Creator, dan Public Speaking. Pada klaster pangan dan kuliner, peserta dapat mengikuti pelatihan pengolahan pangan dan kuliner, pembuatan roti dan kue, peracikan minuman kopi, serta pengelolaan kelembagaan Brigade Pangan.

Sementara itu, klaster garmen dan fesyen menyediakan pelatihan menjahit pakaian, pembuatan pakaian dengan mesin jahit, dan pengoperasian mesin jahit. Adapun klaster kecantikan berfokus pada keterampilan rias wajah.

Yassierli mengingatkan peserta agar mengikuti pelatihan secara serius dan menguasai kompetensi yang diajarkan. Menurutnya, sertifikat pelatihan harus diberikan berdasarkan kemampuan nyata, bukan sekadar bukti telah mengikuti kegiatan.

“Sertifikat itu hanya diberikan kalau memiliki skill. Jadi, siapkan diri Anda. Instrukturnya sudah teruji puluhan tahun. Instruktur punya jejaring dan pengalaman yang luar biasa, manfaatkan,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan program vokasi tidak cukup diukur dari penyelesaian pelatihan. Lulusan juga perlu memperoleh dukungan lanjutan agar keterampilan mereka dapat membuka peluang kerja atau menjadi modal untuk mengembangkan usaha.

Karena itu, pemerintah daerah didorong berperan dalam menghubungkan lulusan dengan informasi lowongan kerja, akses permodalan, pasar, serta pendampingan usaha sesuai kebutuhan masing-masing.

“Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dari ruang-ruang rapat di Jakarta. Ia dibangun dari ruang-ruang pelatihan seperti ini, dari tangan-tangan terampil anak muda di Sukabumi dan di seluruh penjuru Nusantara,” ujar Yassierli.

Pelaksanaan TMT Batch 2 melibatkan mitra dari unsur pemerintah daerah dan masyarakat. Mitra pemerintah meliputi UPT BLK pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi.

GCG BUMN
Dari unsur masyarakat, program ini bekerja sama dengan Yayasan Al Furqon Kebonjati, Yayasan Sigma Indonesia Sinergi, Yayasan Madani Tegallega, dan LPK Badami. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories