telkomsel halo

Schneider Electric pamer Grid berbasis AI di Enlit Asia

08:48:00 | 16 Sep 2026
Schneider Electric pamer Grid berbasis AI di Enlit Asia
JAKARTA (IndoTelko) - Pengembangan energi terbarukan dan ekspansi jaringan listrik di Indonesia mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur kelistrikan yang lebih cerdas dan fleksibel. Schneider Electric akan membawa sejumlah teknologi digital, elektrifikasi, dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menjawab tantangan tersebut di Enlit Asia 2026.

Enlit Asia 2026 akan digelar pada 2224 September 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Schneider Electric mengusung tema “Powering the Intelligent Grid” dengan menampilkan teknologi untuk mendukung modernisasi sistem kelistrikan dari pembangkitan hingga distribusi.

Kebutuhan tersebut semakin relevan dengan target dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 20252034. Indonesia menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW, termasuk 42,6 GW energi baru terbarukan (EBT) dan 10,3 GW sistem penyimpanan energi.

RUPTL tersebut juga mencakup pembangunan hampir 48.000 kilometer sirkuit jaringan transmisi. Penambahan kapasitas dan jaringan dalam skala besar membutuhkan sistem yang mampu mengelola sumber energi yang semakin beragam sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.

Di Enlit Asia 2026, Schneider Electric akan memperlihatkan solusi untuk tiga lapisan utama sistem kelistrikan, yakni pembangkitan, transmisi dan distribusi.

Pada sisi pembangkitan, teknologi yang ditampilkan diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem energi. Sementara pada transmisi, digitalisasi digunakan untuk membantu operator meningkatkan visibilitas, keandalan dan efisiensi pengelolaan jaringan.

Untuk sektor distribusi, Schneider Electric menyoroti konsep smart grid yang memungkinkan jaringan memiliki visibilitas dan fleksibilitas lebih baik dalam menghadapi perubahan pola konsumsi maupun masuknya sumber energi terbarukan.

Dorong Penggunaan Teknologi Bebas SF₆

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah switchgear tegangan menengah bebas sulfur heksafluorida (SF₆).

SF₆ selama ini banyak digunakan sebagai media isolasi pada peralatan listrik. Namun, gas tersebut memiliki potensi pemanasan global yang sangat tinggi dan dapat bertahan di atmosfer dalam waktu sangat lama.

Schneider Electric menawarkan alternatif melalui SM AirSeT dan RM AirSeT. Kedua perangkat tersebut menggunakan udara sebagai media isolasi dan teknologi vakum untuk proses pemutusan arus.

Pendekatan ini memungkinkan operator jaringan mengurangi ketergantungan terhadap SF₆ tanpa mengorbankan kebutuhan terhadap keandalan sistem distribusi listrik.

Selain demonstrasi teknologi, Schneider Electric juga menyiapkan sejumlah kegiatan di booth selama penyelenggaraan Enlit Asia 2026. Pengunjung dapat mengikuti diskusi dan podcast mengenai masa depan sistem kelistrikan, ketahanan jaringan serta perkembangan lanskap energi, termasuk aktivitas interaktif bertema Power & Grid.

GCG BUMN
Melalui kehadirannya di Enlit Asia 2026, Schneider Electric ingin menunjukkan bahwa pengembangan jaringan listrik masa depan tidak hanya bergantung pada penambahan kapasitas pembangkit, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk menjadi lebih digital, fleksibel, dan cerdas dalam mengelola energi. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories