DANA ungkap AI dongkrak produktivitas hingga 57%

06:58:00 | 09 Sep 2026
DANA ungkap AI dongkrak produktivitas hingga 57%
JAKARTA (IndoTelko) - DANA Indonesia mengungkap implementasi Artificial Intelligence (AI) pada sejumlah proses operasional mampu meningkatkan produktivitas hingga 57% sepanjang 2025. Temuan ini menjadi bukti bahwa keberhasilan AI di bisnis tidak cukup diukur dari tingkat adopsi, tetapi dari dampak yang dihasilkan.

Hal tersebut disampaikan DANA dalam program AI@Work Lab di IdeaFest 2026. Forum ini membahas penerapan AI di dunia bisnis sekaligus perubahan kompetensi yang dibutuhkan talenta teknologi di tengah semakin masifnya penggunaan AI.

Dalam sesi The AI Adoption Trap: Moving Beyond Hype to Real Business Value, CEO & Co-Founder DANA Indonesia Vince Iswara bersama Founder Genesis & Sevenpreneur Raymond Chin menyoroti pentingnya menggeser fokus perusahaan dari sekadar bereksperimen dengan AI menuju penciptaan nilai bisnis yang terukur.

“Adopsi AI bukan lagi tujuan akhir. Nilainya baru tercipta ketika teknologi tersebut membantu menyelesaikan persoalan yang nyata, memperbaiki kualitas keputusan, dan memberikan hasil yang dapat diukur,” ujar Vince.

Di DANA, sekitar 80%-90% kode kini dihasilkan dengan dukungan AI. Namun, engineer tetap memegang kendali dalam menentukan kebutuhan bisnis, merancang arsitektur, melakukan validasi, menjaga keamanan, serta bertanggung jawab atas keputusan akhir.

Penerapan agentic AI pada sejumlah proses operasional DANA sepanjang 2025 juga disebut menghasilkan kenaikan kepuasan pelanggan 13% dan mempercepat penyelesaian layanan sebesar 10%.

AI juga dimanfaatkan untuk memperkuat pengelolaan risiko. Melalui pendekatan Smart Friction, DANA menambahkan lapisan verifikasi pada aktivitas yang terindikasi memiliki risiko lebih tinggi. Kolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melalui pendekatan tersebut berkontribusi pada penurunan aktivitas terindikasi perjudian online di platform hingga 80% sepanjang 2025.

Sementara itu, sesi Beyond Coding: Building a Career AI Can’t Replace membahas perubahan peran software engineer. CTO DANA Indonesia Norman Sasono, CTO Google Cloud Indonesia Sai Prasad Kolluri, dan Founder ASSAI Abil Sudarman menilai kemampuan teknis tetap penting, tetapi tidak lagi menjadi satu-satunya keunggulan.

“AI dapat membantu menjawab how, tetapi engineer tetap bertanggung jawab atas why, what, dan what could go wrong,” kata Norman.

Menurutnya, ketika kemampuan menghasilkan kode semakin mudah dengan bantuan AI, kemampuan memahami konteks bisnis, memecahkan masalah, merancang arsitektur, mengambil keputusan, serta mempertanggungjawabkan hasil menjadi semakin penting.

Melalui AI@Work Lab, DANA mendorong perusahaan dan talenta untuk melihat AI secara lebih pragmatis. Ukurannya bukan lagi seberapa cepat teknologi tersebut diadopsi, melainkan masalah apa yang dapat diselesaikan, seberapa besar dampaknya, dan bagaimana AI digunakan secara bertanggung jawab. (mas)

Artikel Terkait