JAKARTA (IndoTelko) - Salesforce memperkenalkan Slack Code, fitur baru yang dirancang untuk mengubah proses pengembangan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI) menjadi aktivitas kolaboratif antaranggota tim.
Melalui Slack Code dan fitur code channels, pengembang, manajer produk, desainer, hingga anggota tim lainnya dapat bekerja bersama agen AI dalam satu ruang kerja digital yang dilengkapi konteks proyek.
Fitur ini memungkinkan integrasi dengan sejumlah agen pemrograman AI seperti Claude Code dari Anthropic, Devin dari Cognition, GitHub Copilot, ChatGPT dari OpenAI, serta agen dari Vercel. Seluruh proses dilakukan langsung dalam percakapan Slack tanpa perlu berpindah ke berbagai aplikasi atau tab terpisah.
Executive Vice President and General Manager Slack Salesforce, Rob Seaman, mengatakan AI akan memberikan dampak lebih besar ketika menjadi bagian dari pola kerja tim sehari-hari, bukan hanya alat individual.
“Code channels membawa pekerjaan berbasis AI ke ruang terbuka sehingga seluruh anggota tim dapat melihat, memberi arahan, dan mengembangkan solusi secara bersama,” ujar Rob.
Dalam setiap kanal kode, aktivitas pengembangan dibagi dalam beberapa bagian seperti percakapan tim, rencana kerja agen AI, perbandingan perubahan kode (code diff), serta pratinjau hasil pengembangan secara langsung.
Pendekatan tersebut memungkinkan tim memantau proses kerja agen AI, melakukan evaluasi, dan menemukan potensi masalah sebelum kode diterapkan ke lingkungan produksi.
Salesforce menyebut Slack Code dapat membantu perusahaan mengurangi hambatan dalam proses pengembangan perangkat lunak dengan menghilangkan ketergantungan pada alur kerja individual yang terpisah.
Selain mempercepat pembuatan perangkat lunak, fitur ini juga membuka peluang bagi anggota tim nonteknis untuk ikut terlibat dalam proses pengembangan, seperti memberikan masukan, meninjau hasil, maupun mengarahkan pekerjaan agen AI.
Dari sisi keamanan, Slack Code tetap menggunakan sistem perlindungan dan kontrol administratif Slack untuk kebutuhan enterprise. Perusahaan tetap memiliki kendali terhadap izin akses, audit aktivitas, serta persetujuan manusia sebelum perubahan penting diterapkan.
Beberapa kemampuan utama Slack Code meliputi pembuatan kanal kode secara otomatis ketika agen AI dipanggil dalam percakapan, tab khusus untuk eksekusi tugas, integrasi dengan berbagai platform AI, serta fitur penghentian atau pengarahan ulang agen ketika diperlukan.
Head of Claude Product Anthropic, Cat Wu, menilai kolaborasi manusia dan AI menjadi semakin penting dalam proses pengembangan perangkat lunak modern.
Menurutnya, Slack Code membantu tim menghubungkan percakapan, konteks proyek, dan kemampuan agen AI dalam satu ruang kerja sehingga proses pengembangan dapat berlangsung lebih transparan.
Slack Code kini tersedia untuk seluruh paket Slack. Pengguna juga dapat mengakses berbagai aplikasi AI tambahan melalui Slack Marketplace, sementara integrasi dengan agen pihak ketiga memerlukan akses terpisah dari masing-masing penyedia layanan. (mas)