telkomsel halo

Nutanix perkuat Hybrid Cloud dengan teknologi Agentic AI

06:02:00 | 30 Aug 2026
Nutanix perkuat Hybrid Cloud dengan teknologi Agentic AI
JAKARTA (IndoTelko) - Nutanix memperkuat strategi pengembangan kecerdasan buatan (AI) enterprise melalui peluncuran Nutanix Enterprise AI (NAI) 2.8 dan pembaruan Nutanix Kubernetes Platform (NKP) 2.19. Kedua solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan menjalankan teknologi agentic AI dalam skala produksi tanpa harus membangun ulang infrastruktur yang sudah digunakan.

Nutanix menilai banyak organisasi menghadapi tantangan dalam mengadopsi AI karena aplikasi dan data bisnis masih tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari virtualisasi hingga container. Kondisi tersebut sering membuat perusahaan harus membangun silo baru atau melakukan perubahan arsitektur yang kompleks.

Melalui pendekatan dual-native architecture, Nutanix memungkinkan aplikasi tradisional, aplikasi modern berbasis container, dan workload AI berjalan berdampingan dalam satu lingkungan yang terkelola.

Executive Vice President Product Management Nutanix, Thomas Cornely, mengatakan perusahaan membutuhkan jalur implementasi AI yang praktis tanpa mengganggu sistem yang sudah berjalan.

“Enterprise AI seharusnya tidak mengharuskan pelanggan membangun ulang sistem yang selama ini menjalankan bisnis mereka. Dengan arsitektur dual-native, pelanggan dapat menghadirkan AI langsung ke aplikasi dan data yang sudah ada dengan tata kelola yang konsisten,” ujar Thomas.

Pembaruan Nutanix Enterprise AI 2.8 menghadirkan platform terpadu untuk membantu perusahaan menerapkan, mengelola, dan mengatur penggunaan AI dalam lingkungan hybrid cloud.

Salah satu fitur utama adalah Agent Gateway yang menyediakan akses aman bagi AI agent untuk terhubung dengan data dan tools perusahaan tanpa membutuhkan pengembangan tambahan yang kompleks.

Nutanix juga memperkenalkan kemampuan Private Inference yang mendukung pemrosesan model bahasa besar (LLM) dengan konfigurasi multi-GPU, fine-tuning, serta peningkatan kecepatan inferensi melalui teknologi speculative decoding.

Selain performa, aspek keamanan menjadi perhatian utama. NAI menghadirkan pengelolaan identitas dan akses, pengaturan hak pengguna, serta perlindungan terhadap risiko rogue AI agar agent dapat beroperasi sesuai batas kewenangan yang telah ditentukan.

Sementara itu, pembaruan Nutanix Kubernetes Platform 2.19 ditujukan untuk menyederhanakan pengelolaan aplikasi berbasis container dan AI. Platform ini mendukung penerapan Kubernetes pada lingkungan bare metal maupun virtual machine dengan pengelolaan yang lebih konsisten.

NKP juga menghadirkan katalog aplikasi AI yang telah tervalidasi, dukungan perangkat keras dengan GPU, serta sertifikasi CNCF AI Conformant Platform untuk memastikan kompatibilitas dalam menjalankan workload AI enterprise.

Untuk mendukung kebutuhan pemrosesan data AI, Nutanix Unified Storage (NUS) juga memperoleh validasi NVIDIA-Certified Storage. Teknologi tersebut dirancang untuk menyediakan jalur data berlatensi rendah dan throughput tinggi bagi kebutuhan AI berskala besar.

Selain memperkuat produk, Nutanix turut memperluas dukungan bagi mitra melalui program Powered by Nutanix: Verified Services dan Service Provider Central. Program ini membantu penyedia layanan membangun dan mengembangkan layanan cloud, Kubernetes, serta AI dengan model bisnis yang lebih berkelanjutan.

Vice President and General Manager APJ Nutanix, Jay Tuseth, mengatakan perusahaan di kawasan Asia Pasifik membutuhkan cara yang lebih sederhana untuk mengubah ambisi AI menjadi manfaat bisnis nyata.

“Pelanggan menginginkan fleksibilitas dalam mengadopsi AI sesuai kebutuhan mereka, tanpa harus melakukan perombakan arsitektur besar,” ujar Jay.

Dengan rangkaian solusi baru tersebut, Nutanix menargetkan perusahaan dapat mempercepat adopsi AI secara aman, fleksibel, dan terukur, sekaligus mempertahankan kendali terhadap data serta infrastruktur yang sudah dimiliki.

GCG BUMN
Nutanix Enterprise AI 2.8 dan Service Provider Central telah tersedia secara umum, sementara Nutanix Kubernetes Platform 2.19 akan segera tersedia. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories