Grab hadirkan GrabAcademy, kembangkan kompetensi mitra

05:54:00 | 13 Aug 2026
Grab hadirkan GrabAcademy, kembangkan kompetensi mitra
JAKARTA (IndoTelko) - Grab Indonesia meluncurkan GrabAcademy, platform pembelajaran dan pengembangan keterampilan yang ditujukan bagi Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant untuk meningkatkan kemampuan serta membuka peluang ekonomi baru dalam ekosistem digital.

Peluncuran GrabAcademy dilakukan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia melalui rangkaian program “Grab Bersinergi: Selamanya Melaju, Selamanya Bersatu”.

Platform ini menjadi pengembangan dari program pelatihan yang sebelumnya hadir sejak 2018 sebagai pusat materi pembelajaran dasar bagi Mitra Pengemudi. Kini, GrabAcademy diperluas menjadi wadah “Mitra Naik Kelas” dengan berbagai jalur pengembangan sesuai aspirasi dan kebutuhan mitra.

Sepanjang 2025, GrabAcademy telah dimanfaatkan oleh lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi, dengan lebih dari 204 ribu mitra menyelesaikan seluruh modul wajib. Sementara untuk Mitra Merchant, program ini menghadirkan pelatihan terkait pengelolaan usaha, promosi, keuangan, media sosial, hingga pemanfaatan teknologi.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan setiap mitra memiliki jalur pertumbuhan yang berbeda sehingga diperlukan akses pembelajaran yang lebih luas.

“Naik kelas tidak harus berarti menempuh jalan yang sama. Yang penting adalah semakin banyak pilihan bagi mitra untuk menentukan arah perkembangan mereka,” ujar Neneng.

Menurutnya, GrabAcademy dirancang agar mitra dapat meningkatkan kapasitas, mencoba peluang baru, serta memanfaatkan ekosistem Grab untuk membangun sumber penghasilan yang lebih beragam.

Lima Jalur Pengembangan Mitra

GrabAcademy menghadirkan lima jalur pengembangan bagi Mitra Pengemudi, yaitu Mitra Melaju, Mitra Pengusaha, Beasiswa Mitra, Mitra Kreator, dan Mitra Instruktur.

Melalui jalur Mitra Melaju, Mitra GrabBike dapat memperoleh kesempatan beralih menjadi Mitra GrabCar melalui berbagai dukungan, termasuk akses program sewa kendaraan. Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 mitra telah bertransisi ke kendaraan roda empat.

Sementara jalur Mitra Pengusaha membantu Mitra Pengemudi yang ingin mengembangkan usaha kuliner menjadi Mitra Merchant. Program ini memberikan pembelajaran mengenai dasar bisnis, pengelolaan operasional, pemasaran digital, hingga pemanfaatan ekosistem GrabMerchant. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi telah beralih menjadi Mitra Merchant.

Grab juga menyediakan Beasiswa Mitra untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi mitra dan keluarganya. Program ini telah memberikan kesempatan kepada 4.732 mitra dan anak mitra untuk melanjutkan pendidikan, salah satunya melalui kerja sama dengan Universitas Terbuka.

Selain itu, GrabAcademy menghadirkan jalur Mitra Kreator untuk membantu mitra mengembangkan kemampuan membuat konten digital. Sebanyak 14.721 Mitra Pengemudi telah menyelesaikan modul pelatihan, sementara lebih dari 200 mitra mengikuti lokakarya lanjutan.

Jalur lainnya adalah Mitra Instruktur, yang memberikan kesempatan bagi mitra berpengalaman untuk berbagi pengetahuan dan melatih mitra lainnya. Hingga kini, lebih dari 1.100 Mitra Pengemudi telah menunjukkan minat mengikuti program tersebut.

Perkuat Kapasitas UMKM Digital

Bagi Mitra Merchant, GrabAcademy menyediakan berbagai program pembelajaran mulai dari kelas daring, pelatihan tatap muka, hingga materi mandiri melalui Merchant Resource Center.

Kelas daring yang digelar rutin setiap minggu membahas pengelolaan toko, strategi promosi, periklanan, ulasan pelanggan, keuangan, serta penggunaan teknologi digital. Sepanjang 2025, program tersebut telah menjangkau sekitar 14 ribu Mitra Merchant.

Selain itu, pelatihan langsung telah diberikan kepada sekitar 1.200 Mitra Merchant di sejumlah kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan BSD.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia, Maman Abdurrahman, mengapresiasi kehadiran GrabAcademy sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan pekerja di sektor digital.

Menurutnya, peningkatan kemampuan tidak selalu berarti meninggalkan profesi yang dijalani, tetapi memperluas pilihan agar masyarakat dapat berkembang sesuai aspirasi masing-masing.

Melalui GrabAcademy, Grab menargetkan semakin banyak mitra memperoleh akses pembelajaran, keterampilan baru, serta peluang pengembangan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Program ini menjadi bagian dari komitmen “Grab untuk Indonesia” senilai lebih dari Rp100 miliar yang diumumkan pada awal 2026. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait