JAKARTA (IndoTelko) - Indonesia mencatat sejarah baru di pasar keuangan internasional melalui penerbitan perdana Obligasi Panda senilai RMB7 miliar di pasar obligasi domestik Tiongkok. Dalam transaksi tersebut, DBS berperan sebagai Joint Lead Underwriter dan Joint Bookrunner untuk mendukung langkah strategis pemerintah memperluas sumber pembiayaan.
Penerbitan ini menjadi obligasi negara Indonesia pertama yang masuk ke pasar obligasi Tiongkok. Langkah tersebut sekaligus memperkuat strategi diversifikasi pendanaan pemerintah melalui akses investor berbasis renminbi (RMB).
Obligasi Panda tersebut diterbitkan dalam dua seri, yakni RMB5,6 miliar dengan tenor tiga tahun dan kupon 1,90%, serta RMB1,4 miliar dengan tenor lima tahun dan kupon 2,19%.
Transaksi ini mendapat respons positif dari investor institusi, mulai dari bank, perusahaan sekuritas, manajer aset, lembaga investasi pemerintah, hingga investor asing dari kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Sebagai salah satu penjamin emisi utama, DBS turut mendukung proses pemasaran kepada investor melalui rangkaian roadshow serta koordinasi dengan lembaga pemeringkat. Hasilnya, penerbit dan obligasi tersebut memperoleh peringkat AAA dari China Lianhe Credit Ratings Co. Ltd.
President Director PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong mengatakan, penerbitan Obligasi Panda menjadi langkah penting dalam memperluas akses Indonesia terhadap investor baru sekaligus memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.
“Jaringan DBS yang menghubungkan Asia Tenggara dan Tiongkok memungkinkan kami berperan sebagai jembatan keuangan strategis untuk mendukung lebih banyak akses pasar modal regional,” ujar Lim.
Penerbitan perdana ini mencatat permintaan investor sekitar RMB17 miliar, atau sekitar 2,4 kali dari nilai obligasi yang diterbitkan. Tingginya minat tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi dan kredibilitas fiskal Indonesia.
Selain membuka sumber pendanaan baru, Obligasi Panda juga memberikan fleksibilitas bagi pemerintah dalam mengelola kebutuhan pembiayaan di tengah kondisi pasar global yang masih menghadapi tantangan, seperti volatilitas nilai tukar dan tingginya suku bunga internasional.
President and Chief Executive Officer DBS China Ginger Cheng menilai keberhasilan penerbitan tersebut menjadi pencapaian penting dalam memperkuat konektivitas pasar keuangan antara Indonesia dan Tiongkok.
“DBS bangga dapat mendukung Pemerintah Indonesia dalam transaksi bersejarah ini sekaligus memperkuat hubungan finansial kedua negara,” kata Ginger.
Keberhasilan Obligasi Panda ini melanjutkan langkah Indonesia dalam memperluas pembiayaan berbasis RMB setelah sebelumnya menerbitkan Obligasi Dimsum senilai RMB9,25 miliar di Hong Kong. DBS menilai perkembangan tersebut menunjukkan semakin kuatnya hubungan finansial lintas negara serta meningkatnya kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia. (mas)