JAKARTA (IndoTelko) - Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tengah melakukan pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) sebagai upaya memperkuat penerapan praktik keinsinyuran dalam pembangunan nasional.
Pengukuran IKD tersebut menjadi salah satu agenda strategis PII pada 2026, bersamaan dengan persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organizations (CAFEO) ke-44 yang akan berlangsung di Bandung pada 2022 Oktober 2026.
Ketua Umum PII sekaligus Chairman ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO), Dr-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, mengatakan tahun ini menjadi periode penting bagi organisasi insinyur Indonesia dengan sejumlah agenda nasional dan regional.
“PII memiliki beberapa tanggung jawab besar, mulai dari pengukuran Indeks Keinsinyuran Daerah bersama Kemendagri, Rapimnas PII, Seminar Nasional Teknologi Pertahanan, hingga menjadi tuan rumah konferensi insinyur se-ASEAN,” ujar Ilham.
Mengukur Penerapan Praktik Keinsinyuran Daerah
Indeks Keinsinyuran Daerah atau Government Engineering Index merupakan inisiatif PII bersama Kemendagri untuk menilai tingkat penerapan praktik keinsinyuran oleh pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
PII menilai praktik keinsinyuran harus berjalan sesuai dengan prinsip perlindungan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2024 tentang Keinsinyuran.
Menurut Ilham, penerapan standar keinsinyuran tidak hanya berkaitan dengan profesionalisme insinyur, tetapi juga memberikan perlindungan kepada pengguna jasa serta masyarakat yang memanfaatkan hasil pekerjaan teknik, seperti infrastruktur, mesin, dan fasilitas keteknikan lainnya.
Sekretaris Jenderal PII, Dr. Ir. Teguh Haryono, mengatakan proses pengukuran IKD saat ini berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.
Hasil pengukuran tersebut akan diumumkan kepada publik, sementara pemerintah daerah dengan nilai indeks terbaik akan memperoleh Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) yang direncanakan diberikan pada 29 Agustus 2026.
Bandung Jadi Pusat Pertemuan Insinyur ASEAN
Selain pengukuran IKD, PII juga mempersiapkan rangkaian agenda menuju CAFEO 44 di Bandung.
Sebelum konferensi regional tersebut, PII akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PII 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional bertema “Insinyur sebagai Garda Depan Disrupsi Teknologi Pertahanan” pada 19 Oktober 2026.
Chairperson CAFEO 44, Ir. Santhi H. Serad, mengatakan seminar tersebut akan menjadi bagian pembuka rangkaian kegiatan CAFEO 44 yang mempertemukan organisasi insinyur dari 11 negara ASEAN.
“Penyelenggaraan CAFEO 44 di Bandung diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi para delegasi melalui berbagai kegiatan working group dan technical visit,” ujar Santhi.
Sejumlah lokasi telah disiapkan sebagai bagian dari kunjungan teknis delegasi, antara lain PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Pindad, Museum Geologi, Gedung Balaikota Bandung, Institut Teknologi Bandung (ITB), PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT Bio Farma, serta kawasan Bumi Herbal Dago.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PII berharap Indonesia dapat memperkuat peran insinyur dalam pembangunan nasional sekaligus meningkatkan kolaborasi teknologi di tingkat ASEAN. (mas)