AI bantu Warung Pecel 28 tahun naik kelas

05:57:00 | 03 Aug 2026
AI bantu Warung Pecel 28 tahun naik kelas
JAKARTA (IndoTelko) - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan bisnis. Salah satunya dilakukan Moris Suhendi, penerus Warung Bude Pecel Khas Wonogiri yang berhasil mengoptimalkan usaha keluarga berusia 28 tahun melalui teknologi digital.

Moris yang sebelumnya berprofesi sebagai Mitra Pengemudi Grab, kini mengelola usaha pecel warisan ibunya dengan memanfaatkan platform GrabFood dan fitur Asisten AI GrabMerchant.

Pemanfaatan teknologi tersebut membantu Moris memahami kondisi bisnis, mengatur operasional toko, hingga menentukan strategi penjualan berdasarkan data. Salah satu rekomendasi AI yang diterapkan adalah membuat menu bundling Paket Duo Hemat [2X Pecel Campur], yang mencatat peningkatan penjualan hingga 48,42% dibandingkan menu Pecel Campur satuan.

“Teknologi ini membantu saya memahami analisis usaha dengan cara yang lebih sederhana. Hal yang sebelumnya sulit dipahami bisa saya tanyakan langsung dan menjadi dasar untuk mengambil keputusan,” ujar Moris.

Usaha Warung Bude Pecel Khas Wonogiri bermula pada 1998 ketika ibu Moris, Sari, mulai menjual pecel keliling di kawasan Tangerang. Setelah menyelesaikan pendidikan, Moris ikut membantu usaha tersebut dan kemudian bergabung sebagai Mitra Pengemudi Grab pada 2019.

Dari pengalaman sebagai pengemudi, Moris melihat banyak pelaku usaha kuliner mulai memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pelanggan lebih luas. Hal itu mendorongnya mendaftarkan usaha keluarga tersebut sebagai Mitra Merchant GrabFood pada 2021.

Sejak bergabung dengan platform digital, jangkauan pelanggan Warung Bude Pecel Khas Wonogiri semakin luas. Jika sebelumnya hanya melayani pembeli di sekitar Kelurahan Tajur, kini pesanan datang dari berbagai wilayah seperti Bintaro hingga Kunciran.

Selain dukungan digital, Moris juga pernah mendapatkan tambahan modal melalui program GrabModal Mantul Challenge dengan nilai pinjaman usaha lebih dari Rp10 juta.

Menurut Moris, Asisten AI GrabMerchant tidak hanya membantu pengaturan operasional, tetapi juga menjadi alat untuk mengevaluasi promosi, menghitung harga jual, hingga menjaga margin keuntungan ketika terjadi perubahan harga bahan baku.

Grab mencatat penggunaan Asisten AI GrabMerchant terus meningkat. Dalam waktu kurang dari lima bulan sejak diperkenalkan, fitur tersebut telah digunakan lebih dari satu juta kali dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 96,1%.

Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, mengatakan pengembangan teknologi AI ditujukan agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai lapisan pelaku usaha, termasuk UMKM keluarga.

“Melalui Asisten AI GrabMerchant, kami ingin membantu merchant mengelola dan mengembangkan usaha secara lebih mudah dengan dukungan teknologi yang relevan dengan kebutuhan mereka,” kata Melinda.

Saat ini, Moris masih fokus mengelola operasional Warung Bude Pecel Khas Wonogiri bersama istrinya. Ke depan, ia berencana terus memanfaatkan teknologi digital untuk menyusun strategi pengembangan usaha secara bertahap. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait