Grab dan Kemenhub perkuat keselamatan Ojol Nasional

07:06:00 | 29 Jul 2026
Grab dan Kemenhub perkuat keselamatan Ojol Nasional
JAKARTA (IndoTelko) - Grab Indonesia bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menggelar pelatihan keselamatan berkendara bagi 1.052 mitra pengemudi roda dua di lima kota di Indonesia.

Kegiatan bertajuk “Safer Roads, Stronger Communities — Jalan Lebih Aman, Komunitas Lebih Kuat” ini berlangsung secara hybrid dengan pusat kegiatan di Terminal Jatijajar, Depok, serta terhubung dengan pelatihan di Yogyakarta, Surabaya/Sidoarjo, Medan, dan Makassar.

Program tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan mitra pengemudi dalam menghadapi berbagai kondisi lalu lintas sekaligus membangun budaya berkendara yang lebih aman dan tertib.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, keselamatan transportasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat.

“Pelatihan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat budaya berkendara yang aman dan tertib. Kami mengapresiasi kolaborasi Grab Indonesia dan AISI dalam membekali mitra pengemudi dengan pengetahuan serta keterampilan yang dapat diterapkan sehari-hari,” ujar Dudy.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teori mengenai rambu, marka jalan, norma berkendara, serta tanggung jawab pengguna jalan. Materi kemudian dilanjutkan dengan praktik keselamatan, meliputi pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara, penggunaan perlengkapan keselamatan, teknik defensive riding, pengereman aman, hingga kemampuan memprediksi potensi bahaya di jalan.

Sekretaris Jenderal AISI Hari Budianto mengatakan, tingginya mobilitas mitra pengemudi membuat peningkatan kompetensi berkendara menjadi hal penting.

“Pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat kompetensi, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas agar para mitra dapat berkendara dengan aman dan nyaman,” katanya.

Sementara itu, Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan bahwa keselamatan menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan antara pengemudi, penumpang, dan masyarakat.

“Jalan yang lebih aman membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas pengemudi. Melalui pelatihan ini, kami berharap mitra pengemudi semakin mampu mengantisipasi risiko saat berkendara,” ujar Neneng.

Selain pelatihan, Grab juga terus mengembangkan berbagai fitur keselamatan dalam aplikasinya. Beberapa di antaranya adalah AudioProtect Plus untuk perlindungan melalui rekaman audio terenkripsi, sistem Trip Monitoring berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi aktivitas perjalanan yang tidak biasa, serta tombol darurat yang terhubung dengan tim respons Grab selama 24 jam.

Grab juga menyediakan fitur keamanan lain seperti penyamaran nomor telepon, verifikasi wajah mitra pengemudi, sistem manajemen kelelahan, perlindungan asuransi kecelakaan tanpa biaya tambahan, hingga integrasi layanan Kepolisian 110 melalui aplikasi.

Di sisi lain, Kemenhub juga mengapresiasi langkah Grab terkait penyesuaian mekanisme bagi hasil (komisi) GrabBike Hemat. Mulai 1 Agustus 2026, proses komisi akan dilakukan langsung pada setiap perjalanan tanpa mengubah batas maksimal komisi maupun ketentuan Tarif Batas Bawah (TBB).

Melalui kolaborasi bersama pemerintah dan industri, Grab menargetkan terciptanya ekosistem transportasi online yang lebih aman bagi mitra pengemudi, penumpang, serta seluruh pengguna jalan di Indonesia. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait