JAKARTA (IndoTelko) - Schneider Electric Indonesia kembali mendapat pengakuan sebagai salah satu tempat kerja terbaik di Indonesia. Perusahaan teknologi energi tersebut masuk dalam jajaran lima besar Best Workplaces™ in Indonesia 2026 kategori perusahaan besar, sekaligus mempertahankan sertifikasi Great Place to Work® (GPTW) selama lima tahun berturut-turut.
Penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil membangun budaya kerja berbasis kepercayaan, inovasi, kepemimpinan, serta pengembangan karyawan. Penilaian mencakup kemampuan organisasi menciptakan lingkungan kerja yang mendukung karyawan untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, mengatakan keberhasilan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari pengembangan sumber daya manusia.
“Transformasi bisnis perlu berjalan seiring dengan pengembangan talenta. Kami ingin setiap karyawan memahami kontribusinya terhadap misi perusahaan, memiliki ruang untuk menyampaikan gagasan, dan memperoleh dukungan untuk terus bertumbuh,” ujar Martin.
Schneider Electric saat ini menerapkan pendekatan people-first dan mission-based bagi lebih dari 3.000 karyawan di Indonesia. Strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang mencakup pengembangan karier, kesehatan, dukungan keluarga, perencanaan finansial, hingga keterlibatan sosial dan lingkungan.
Dalam pengembangan karier, perusahaan menyediakan Global Career Architecture dan Schneider Career Hub yang membantu karyawan memahami jalur karier, meningkatkan keterampilan, serta mengakses berbagai kesempatan pembelajaran dan mentoring.
Schneider Electric juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan karyawan senior melalui Senior Talent Program yang telah diikuti 180 karyawan di Indonesia. Program ini mencakup penguatan kompetensi, transfer pengetahuan lintas generasi, mobilitas karier, hingga persiapan masa pensiun.
Selain pengembangan profesional, perusahaan turut memperkuat aspek kesejahteraan karyawan melalui program kesehatan preventif. Salah satunya melalui Preventive Care Account (PCA) yang mendukung pemeriksaan kesehatan dini, pemantauan kondisi kesehatan, serta pengelolaan risiko kesehatan secara lebih proaktif.
Inisiatif pengembangan talenta senior Schneider Electric juga mendapat pengakuan dari World Economic Forum sebagai Future of Inclusion Lighthouse karena dinilai mampu mendorong lingkungan kerja yang lebih inklusif.
Martin menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan menjadi tujuan akhir, melainkan dorongan bagi perusahaan untuk terus meningkatkan pengalaman kerja karyawan.
“Tempat kerja terbaik bukanlah sebuah pencapaian yang selesai ketika penghargaan diterima. Pengakuan ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus mendengarkan suara karyawan dan memastikan setiap program memberikan dampak nyata,” katanya.
Dengan berbagai program pengembangan karyawan dan budaya kerja inklusif, Schneider Electric menargetkan dapat terus membangun lingkungan kerja yang mendukung inovasi sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap transformasi energi di Indonesia. (mas)