telkomsel halo

Komdigi perkuat ekosistem industri satelit lokal

05:42:00 | 12 Jul 2026
Komdigi perkuat ekosistem industri satelit lokal
JAKARTA (IndoTelko) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memanfaatkan peringatan 50 tahun perjalanan satelit Indonesia untuk memperkuat ekosistem industri satelit nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan digital melalui penguasaan teknologi antariksa.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Wayan Toni Supriyanto mengatakan pemerintah berkomitmen mendorong Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi antariksa, tetapi juga mampu merancang, membangun, dan memiliki satelit sendiri. Menurutnya, masa depan industri satelit nasional bergantung pada lahirnya inovator dan talenta muda yang menguasai teknologi antariksa.

“Kepada seluruh generasi muda Indonesia, jangan biarkan kata satelit terasa jauh dari jangkauan kalian. Pelajarilah teknologi antariksa, dalami regulasi dan kebijakan luar angkasa, dan yang terpenting percayalah bahwa generasi kalian bisa membawa Indonesia ke era ketika kita tidak hanya menjadi pengguna satelit, tetapi juga perancang, pembangun, dan pemilik satelit itu sendiri,” ujar Wayan saat peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia di Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta.

Mengusung tema “Kedaulatan Digital dari Ruang Angkasa”, peringatan tersebut menjadi pengingat pentingnya kemampuan mengelola infrastruktur satelit secara mandiri sebagai fondasi kedaulatan bangsa di era digital.

Wayan mengingatkan Indonesia mencatat sejarah melalui peluncuran Satelit Palapa A1 pada lima dekade lalu yang menjadikan Indonesia sebagai negara ketiga di dunia yang memiliki dan mengoperasikan satelit komunikasi domestik.

“Semangat itulah yang harus kita lanjutkan untuk menjawab tantangan masa depan,” katanya.

Menurut Wayan, Komdigi menjalankan peran sebagai regulator dan fasilitator melalui pengelolaan spektrum frekuensi radio, koordinasi slot orbit satelit Indonesia di forum internasional, penyusunan regulasi yang memberikan kepastian bagi industri, serta penciptaan iklim investasi untuk mendukung pertumbuhan industri satelit nasional.

Ia menegaskan pembangunan infrastruktur satelit tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara.

“Kami memahami bahwa konektivitas satelit bukan semata urusan teknis, melainkan urusan kedaulatan. Siapa yang menguasai infrastruktur satelitnya sendiri, dialah yang menguasai masa depan ketahanan informasi dan komunikasi bangsanya,” tegasnya.

Komdigi juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, lembaga riset, dan komunitas inovasi untuk memperkuat rantai industri satelit nasional, mulai dari penelitian, pengembangan teknologi, manufaktur komponen, hingga penyusunan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Wayan Toni Supriyanto mengapresiasi para pemenang Indonesia Aerospace Hackathon 2026 yang dinilai menunjukkan besarnya potensi talenta muda Indonesia di bidang teknologi antariksa.

“Kalian adalah bukti bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta. Yang kita butuhkan adalah lebih banyak kesempatan, ruang yang cukup, dan kepercayaan bahwa anak-anak muda Indonesia mampu membangun satelitnya sendiri,” ujarnya.

GCG BUMN
Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia juga diisi dengan peluncuran Prangko PRISMA edisi khusus sebagai penghormatan terhadap sejarah perkembangan satelit nasional. Selain itu, seminar yang melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis untuk memperkuat industri satelit nasional sekaligus mempercepat transformasi digital Indonesia.(wn)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories