telkomsel halo

Telkom rampungkan Streamlining 10 anak usaha

07:57:00 | 07 Jul 2026
Telkom rampungkan Streamlining 10 anak usaha
JAKARTA (IndoTelko) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menuntaskan penyederhanaan (streamlining) terhadap 10 entitas anak usaha sepanjang semester I 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju model Strategic Holding sekaligus mendukung agenda penataan BUMN yang diinisiasi Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.

Program streamlining merupakan salah satu dari empat pilar transformasi TLKM 30 yang difokuskan pada penataan portofolio bisnis. Melalui strategi tersebut, Telkom mengoptimalkan struktur grup dengan mengurangi tumpang tindih usaha, memperkuat bisnis inti, serta melepas bisnis yang tidak lagi menjadi prioritas.

Perseroan menilai penataan portofolio tersebut akan menghasilkan organisasi yang lebih ramping, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengarahkan belanja modal pada pengembangan bisnis telekomunikasi dan layanan digital yang menjadi fokus utama perusahaan.

Transformasi itu juga menjadi fondasi perubahan Telkom dari model Operating Holding menjadi Strategic Holding melalui skema Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo). Dalam struktur baru tersebut, induk perusahaan akan berperan mengelola portofolio, memperkuat tata kelola, membangun sinergi antarunit usaha, dan mengoptimalkan penciptaan nilai. Sementara aktivitas bisnis dijalankan oleh masing-masing Operating Company yang berfokus pada segmen B2C, B2B Infrastructure, B2B ICT, dan International Business.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan penyederhanaan portofolio merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih adaptif terhadap perubahan industri digital.

“Transformasi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan kapabilitas bisnis, tetapi juga keberanian untuk menata kembali organisasi agar semakin fokus pada bisnis inti yang menjadi kekuatan utama. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom memiliki fondasi yang lebih kuat untuk bergerak lebih agile, mengalokasikan investasi secara lebih optimal, serta menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Hingga akhir Juni 2026, Telkom telah menyelesaikan berbagai aksi korporasi untuk 10 entitas. Sebanyak dua entitas dilepas melalui skema divestasi yang ditandai penandatanganan Sale and Purchase Agreement (SPA) bersama mitra strategis pada 3 Juni 2026.

Selain itu, dua entitas digabungkan melalui skema vertical merger untuk memperkuat kapabilitas bisnis, sementara enam entitas lainnya memasuki proses likuidasi sebagai hasil evaluasi terhadap relevansi usaha, aktivitas operasional, serta kontribusinya terhadap strategi jangka panjang grup.

Menurut Seno, program streamlining tidak hanya berorientasi pada pengurangan jumlah perusahaan, tetapi bertujuan membentuk portofolio bisnis yang lebih sehat dan mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

“Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi terhadap peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan. Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang lebih efisien, kami dapat memperkuat sinergi antar OpCo, mendorong pertumbuhan yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkokoh posisi Telkom sebagai enabler ekosistem digital nasional yang berdaya saing global,” kata Seno.

Perseroan menegaskan seluruh proses penataan entitas dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta Business Judgment Rule (BJR). Setiap keputusan juga melalui kajian menyeluruh dan dikoordinasikan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kejaksaan Agung, BPKP, Danantara Asset Management, dan BP BUMN.

Di sisi sumber daya manusia, Telkom memastikan penyesuaian organisasi dilakukan dengan tetap menghormati hak-hak karyawan. Salah satu langkah yang ditempuh ialah pelaksanaan Early Retirement Program (ERP) pada level Operating Company yang dijalankan secara sukarela berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

GCG BUMN
Melalui transformasi tersebut, Telkom menargetkan terbentuknya organisasi yang lebih efisien, memperkuat kapabilitas talenta digital, serta meningkatkan produktivitas perusahaan. Program streamlining ini juga menjadi bagian dari strategi jangka menengah hingga 2030 untuk memperkuat daya saing dan memfokuskan investasi pada sektor bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi. (mas)

Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories