JAKARTA (IndoTelko) - B2B Tech Asia Expo 2026 resmi digelar di Jakarta dengan menghadirkan lebih dari 1.500 peserta dari berbagai negara Asia. Pameran teknologi bisnis ini menjadi ajang bertemunya para pemimpin perusahaan, penyedia perangkat lunak (software), pengembang kecerdasan buatan (AI), investor, hingga pelaku transformasi digital untuk membahas perkembangan teknologi B2B di kawasan.
Berlangsung pada 1-2 Juli 2026 di AXA Tower, Kuningan City Grand Ballroom, acara yang diinisiasi VRIGroup dan DailySocial Group tersebut mengusung tema “The Dawn of Asia’s B2B Tech Mega Market”. Tema ini mencerminkan meningkatnya peran Asia, khususnya Asia Tenggara, sebagai pasar strategis bagi solusi teknologi bisnis.
Hari pertama pameran diisi berbagai presentasi utama dan diskusi panel yang mengangkat isu adopsi AI di tingkat perusahaan, transformasi tenaga kerja, pengembangan perangkat lunak yang lebih skalabel, hingga pemanfaatan data untuk meningkatkan efisiensi bisnis.
Founder & CEO VRIGroup, Yuiichiro Sasaki, mengatakan Asia Tenggara telah memasuki fase baru dalam transformasi digital. Menurutnya, penggunaan AI dan perangkat lunak kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi fondasi utama dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis.
“Asia Tenggara telah melewati fase awal adopsi teknologi digital. Kini perusahaan memasuki periode ketika integrasi AI dan software menjadi kebutuhan mendasar untuk operasional dan pertumbuhan bisnis. B2B Tech Asia Expo menunjukkan bahwa pasar solusi teknologi bisnis di kawasan ini semakin matang,” ujarnya.
Sementara itu, Founder & CEO DailySocial Group, Rama Mamuaya, menilai pameran ini menjadi wadah bagi para pengambil keputusan untuk mengevaluasi berbagai solusi teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas perusahaan di tengah perubahan ekonomi digital.
Menurutnya, implementasi AI dan software B2B akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong efisiensi sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di masa depan.
Asia Tenggara Jadi Pasar Strategis Teknologi B2B
Seiring pertumbuhan ekonomi digital, Asia Tenggara dinilai menjadi salah satu kawasan dengan potensi terbesar bagi pengembangan solusi software perusahaan. Kondisi tersebut didukung oleh semakin besarnya jumlah tenaga kerja digital, percepatan digitalisasi perusahaan, serta meningkatnya kebutuhan akan otomatisasi berbasis AI.
Dalam pameran ini, AI ditampilkan sebagai teknologi yang tidak lagi sekadar mendukung operasional, tetapi telah berkembang menjadi infrastruktur inti bagi berbagai fungsi bisnis. Mulai dari layanan pelanggan, pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, analitik data, keamanan siber, hingga peningkatan produktivitas perusahaan.
Selain menghadirkan forum diskusi, B2B Tech Asia Expo 2026 juga menyediakan area pameran yang menampilkan beragam solusi teknologi dari perusahaan regional maupun internasional. Pengunjung dapat melihat berbagai inovasi mulai dari platform AI, software perusahaan, layanan komputasi awan, teknologi HR, solusi fintech, sistem keamanan siber, hingga perangkat otomatisasi bisnis.
Rangkaian acara berlanjut pada 2 Juli 2026 dengan agenda yang berfokus pada peningkatan inovasi perusahaan, kolaborasi lintas industri, serta pengembangan ekosistem teknologi B2B di kawasan Asia. (mas)