JAKARTA (IndoTelko) - Founder dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, masuk dalam GLI in Action Case Study Series yang diterbitkan oleh Investing in Women, sebuah inisiatif yang didukung Pemerintah Australia melalui Australian Aid. Pengakuan tersebut diberikan dalam rangka peringatan Micro, Small and Medium-sized Enterprises (MSME) Day kepada tiga pengusaha perempuan di Asia Tenggara yang dinilai berhasil membangun bisnis dengan dampak ekonomi dan sosial.
Anggia dinilai berhasil mengembangkan TransTRACK sebagai perusahaan penyedia solusi teknologi yang mendukung digitalisasi operasional armada dan rantai pasok. Perusahaan menghadirkan layanan Fleet Operation Optimizer dan Supply Chain Integrator yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), serta analitik data untuk meningkatkan efisiensi operasional berbagai sektor industri.
Saat ini, TransTRACK melayani lebih dari 1.200 pelanggan korporasi yang tersebar di Asia Tenggara, Australia, dan Timur Tengah. Solusi yang dikembangkan perusahaan digunakan untuk meningkatkan visibilitas armada, efisiensi rantai pasok, keselamatan operasional, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Program GLI in Action Case Study Series menyoroti perjalanan para pemimpin perempuan yang mampu membangun perusahaan inovatif sekaligus mengangkat tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha perempuan, seperti keterbatasan akses pendanaan, jaringan bisnis, serta bias gender di sektor yang masih didominasi laki-laki.
Laporan tersebut juga mengulas perjalanan pertumbuhan TransTRACK yang memperoleh dukungan pendanaan dari YCAB Ventures sejak tahap awal pengembangan bisnis. Investasi tersebut menghasilkan exit dengan pengembalian investasi mencapai 8,6 kali nilai awal, yang menunjukkan pertumbuhan perusahaan sekaligus potensi startup teknologi Indonesia dalam menciptakan nilai bagi investor.
Anggia Meisesari mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan berinovasi dan memimpin tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kemampuan menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan industri.
Ia berharap semakin banyak perempuan terdorong untuk membangun inovasi dan mengambil peran kepemimpinan, termasuk di sektor teknologi dan logistik yang selama ini identik dengan dominasi tenaga kerja laki-laki.
Menurutnya, perkembangan transformasi digital di industri logistik membuka peluang semakin besar bagi lahirnya inovasi baru yang mampu meningkatkan efisiensi operasional. Karena itu, keberagaman perspektif dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan solusi yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Anggia juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi seluruh tim TransTRACK serta dukungan YCAB Ventures yang telah mendampingi perusahaan sejak fase awal pertumbuhan.
Pengakuan dari Investing in Women sekaligus menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki kontribusi penting dalam mendorong inovasi, memperkuat daya saing industri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi di kawasan. (mas)