JAKARTA (IndoTelko) - Grab Indonesia memperkenalkan GrabKeluarga Fitur Remaja, layanan yang dirancang untuk mendukung mobilitas pengguna berusia 1318 tahun agar dapat bepergian lebih mandiri dengan tetap berada dalam pengawasan orang tua melalui fitur pemantauan digital.
Peluncuran fitur ini dilatarbelakangi masih tingginya ketergantungan remaja terhadap pendampingan keluarga saat bepergian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, sekitar 63 persen remaja Indonesia berusia 1318 tahun masih berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi atau diantar orang tua, sementara hanya 7,7 persen yang memanfaatkan transportasi umum maupun layanan ride-hailing secara mandiri.
Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank Grab Indonesia, Asep Haekal, mengatakan teknologi dapat membantu orang tua memberikan ruang bagi anak untuk belajar mandiri tanpa mengabaikan aspek keamanan selama perjalanan.
Menurutnya, GrabKeluarga Fitur Remaja dirancang untuk menjembatani kebutuhan tersebut melalui berbagai fitur yang memungkinkan orang tua tetap memantau aktivitas perjalanan anak secara real time.
Layanan ini menjadi salah satu inovasi Grab di Asia Tenggara yang menghadirkan sistem perlindungan terintegrasi bagi remaja. Orang tua dapat memesan perjalanan, memantau posisi kendaraan, hingga berkomunikasi dengan anak dan mitra pengemudi melalui satu platform.
Sejumlah fitur keamanan yang tersedia antara lain PIN Verification untuk memastikan penumpang memasuki kendaraan yang benar, Trip Monitoring untuk memantau perjalanan secara langsung, serta Three-Way Chat yang memungkinkan komunikasi antara orang tua, anak, dan mitra pengemudi dalam satu ruang percakapan.
Khusus layanan GrabCar, Grab juga melengkapi fitur ini dengan Emergency Help dan Always-on AudioProtect sebagai lapisan keamanan tambahan selama perjalanan.
Selain itu, tersedia fitur Book on Behalf yang memungkinkan orang tua memesan kendaraan atas nama anak serta Family Payment Method untuk memudahkan pengelolaan pembayaran seluruh anggota keluarga.
Psikolog keluarga Pritta Tyas menilai proses membangun kemandirian remaja memang memerlukan keseimbangan antara pemberian kepercayaan dan pendampingan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat membantu orang tua tetap memperoleh informasi mengenai perjalanan anak tanpa mengurangi kesempatan remaja belajar mandiri.
Pandangan serupa disampaikan aktor Tora Sudiro yang mengaku fitur tersebut membantu dirinya memantau perjalanan anak ketika tidak dapat mendampingi secara langsung.
Inisiatif Grab juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Titi Eko Rahayu, menilai platform digital memiliki peran penting dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman bagi anak dan remaja.
Grab mencatat, sejak layanan GrabKeluarga diluncurkan pada Desember 2025, lebih dari 70 ribu pengguna telah memanfaatkannya untuk mengatur dan memantau perjalanan anggota keluarga melalui satu akun.
Melalui GrabKeluarga Fitur Remaja, perusahaan berharap proses belajar mandiri bagi remaja dapat berlangsung lebih aman, sementara orang tua tetap memiliki akses informasi selama perjalanan berlangsung. (mas)