telkomsel halo

Dataiku dukung prediksi bencana dan wabah dengan AI

08:37:00 | 01 Jul 2026
Dataiku dukung prediksi bencana dan wabah dengan AI
JAKARTA (IndoTelko) - Dataiku menjalin kolaborasi dengan Singapore Red Cross (SRC) untuk meningkatkan respons kebencanaan dan kesiapsiagaan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Kerja sama tersebut dijalankan melalui program AI-for-Good, yang mendukung organisasi nirlaba dalam memanfaatkan teknologi untuk menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan.

Melalui kolaborasi ini, Dataiku menyediakan akses ke platform AI miliknya sekaligus menghadirkan dukungan teknis dari data scientist dan engineer secara pro bono kepada tim Humanitarian Innovation and Technology (HIT) milik SRC. Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat pemanfaatan data dalam proses pengambilan keputusan.

Salah satu implementasi yang dilakukan adalah otomatisasi sistem pemantauan bencana di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya, proses pengumpulan, pembersihan, hingga konsolidasi data bencana masih banyak dilakukan secara manual. Dengan platform AI Dataiku, proses tersebut dapat dijalankan lebih cepat sekaligus meningkatkan konsistensi dan kualitas data yang dihasilkan.

Platform tersebut juga memungkinkan integrasi berbagai data pendukung, seperti informasi cuaca dan tren iklim, sehingga organisasi memperoleh gambaran yang lebih komprehensif dalam melakukan analisis risiko serta menentukan langkah penanganan.

Selain kebencanaan, kolaborasi ini juga diterapkan untuk meningkatkan kemampuan prediksi wabah leptospirosis di Thailand. Penyakit yang ditularkan melalui air tersebut diprediksi menggunakan model pembelajaran mesin (machine learning) yang memanfaatkan data lingkungan dan kondisi cuaca. Hasil analisis digunakan untuk mendukung perencanaan intervensi lebih dini, termasuk penyiapan sumber daya bagi wilayah yang berpotensi terdampak.

Senior Vice President Asia Pacific & Japan Dataiku, Andrew Boyd, mengatakan pemanfaatan AI membantu organisasi kemanusiaan beralih dari pendekatan yang bersifat reaktif menjadi lebih prediktif.

Menurutnya, penggunaan AI memungkinkan proses pengambilan keputusan berlangsung lebih cepat, meningkatkan koordinasi, serta memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana maupun krisis kesehatan.

Head of AI-for-Good Program Dataiku, Charlotte Lambert, menambahkan bahwa tujuan program tersebut bukan sekadar menerapkan teknologi pada kasus tertentu, melainkan membangun model yang dapat dimanfaatkan organisasi kemanusiaan di berbagai negara agar mampu merespons kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.

Sementara itu, Assistant Head of International Affairs Singapore Red Cross, Nur Hafiza AB Mutalif, menilai pemanfaatan AI membantu organisasinya mengubah data menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih tepat sasaran. Dengan pendekatan tersebut, distribusi bantuan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

GCG BUMN
Program AI-for-Good yang diluncurkan Dataiku sejak 2019 memberikan akses platform AI serta dukungan tenaga ahli bagi organisasi nirlaba di berbagai negara. Program tersebut telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari distribusi pangan, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories