JAKARTA (IndoTelko) - Survei terbaru Jakpat menunjukkan realisasi pengeluaran masyarakat selama Ramadan 2026 lebih tinggi dibandingkan rencana awal yang disusun sebelum bulan puasa. Kenaikan tersebut terjadi di hampir seluruh kategori belanja, mulai dari kebutuhan pokok hingga anggaran rekreasi bersama keluarga.
Laporan yang disusun berdasarkan survei sebelum dan sesudah Ramadan itu melibatkan 5.975 responden, baik Muslim maupun non-Muslim. Studi tersebut membandingkan ekspektasi dan realisasi pengeluaran masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri, termasuk belanja kebutuhan hari raya, pemberian hampers, kegiatan buka puasa bersama, hingga mudik dan liburan.
Hasil survei menunjukkan kebutuhan pangan selama Ramadan serta pembayaran zakat dan sedekah menjadi prioritas utama masyarakat, dengan tingkat realisasi masing-masing mencapai 79%.
Kenaikan juga terlihat pada anggaran belanja kebutuhan Ramadan dan Idulfitri yang meningkat dari ekspektasi 57% menjadi realisasi 64%. Sementara itu, alokasi dana untuk rekreasi atau liburan keluarga naik dari 23% menjadi 31%.
Dalam hal sumber pembiayaan, mayoritas responden masih mengandalkan gaji sebagai sumber utama untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama Ramadan.
Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna, mengatakan pola konsumsi masyarakat selama Ramadan tahun ini menunjukkan adanya perubahan prioritas, meski pakaian tetap menjadi kategori belanja yang paling dominan.
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 90% responden membeli pakaian menjelang Idulfitri. Selanjutnya disusul pembelian aksesori pakaian sebesar 61% dan perlengkapan ibadah yang mencapai 59%.
Survei juga mencatat perbedaan pola belanja berdasarkan saluran transaksi. Produk kecantikan, terutama kosmetik dan perawatan kulit, lebih banyak dibeli secara daring dengan tingkat penggunaan kanal online mencapai 88%. Sebaliknya, pembelian furnitur rumah masih didominasi transaksi langsung di toko fisik, yakni sebesar 78%.
Dari sisi waktu berbelanja, konsumen yang memilih platform daring umumnya mulai bertransaksi pada pekan kedua Ramadan. Sementara itu, aktivitas belanja di toko fisik lebih banyak dilakukan pada pekan ketiga menjelang Hari Raya.
Selain aktivitas belanja, Ramadan juga tetap menjadi momentum mempererat hubungan sosial. Sebanyak 53% responden Muslim mengikuti kegiatan buka puasa bersama sebanyak dua hingga empat kali selama bulan Ramadan. Kegiatan tersebut paling banyak dilakukan bersama keluarga (70%), teman dekat (51%), serta rekan kerja atau kerabat lainnya (40%).
Jakpat juga mencatat tradisi berbagi hampers masih menjadi bagian penting selama Ramadan. Sebanyak 74% responden Muslim mengaku memberikan bingkisan kepada keluarga, teman, maupun masyarakat yang membutuhkan. Isi hampers didominasi kue kering (54%), makanan dan minuman kemasan (49%), serta kebutuhan pokok atau sembako (46%).
Untuk mobilitas selama libur Lebaran, sebanyak 79% responden yang tinggal di perantauan melakukan perjalanan ke luar kota, baik untuk mudik maupun berlibur. Dari kelompok pemudik, 37% memilih berangkat pada pekan terakhir Ramadan. Sementara itu, mayoritas responden yang berlibur, yakni 53%, baru melakukan perjalanan setelah perayaan Idulfitri.
Temuan ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya menjadi momentum peningkatan aktivitas ibadah, tetapi juga mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga, interaksi sosial, serta mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran. (mas)