JAKARTA (IndoTelko) PT Bank DBS Indonesia melalui layanan wealth management DBS Treasures mencatat pertumbuhan kinerja signifikan di tengah ketidakpastian pasar global. Hingga Mei 2026, DBS Treasures membukukan kenaikan net profit after tax (NPAT) sebesar 289% secara tahunan (year-on-year/YoY), melampaui target anggaran sebesar 157%.
Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan jumlah nasabah baru sebesar 73% YoY serta tingkat penetrasi produk investasi yang tetap stabil.
Consumer Banking Director Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, mengatakan perubahan perilaku nasabah affluent di tengah dinamika geopolitik dan volatilitas pasar mendorong kebutuhan akan strategi pengelolaan kekayaan yang lebih personal dan berbasis wawasan global.
“Kami mengedepankan pendekatan advisory-led yang menggabungkan insight investasi global, teknologi, dan personalisasi strategi melalui dukungan relationship manager serta notifikasi digital yang tepat waktu,” ujarnya.
Menurut DBS, koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai hampir 30% sepanjang tahun berjalan hingga Mei 2026 serta arus keluar modal asing senilai Rp41,16 triliun mendorong investor untuk lebih selektif dalam menyusun portofolio.
Meski dihadapkan pada kondisi pasar yang bergejolak, Bank DBS Indonesia mencatat peningkatan kepuasan nasabah yang ditopang rekomendasi investasi berbasis integrasi wawasan regional dari Chief Investment Office (CIO) DBS dan teknologi machine learning.
Atas kinerja tersebut, Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia. Sementara CIO DBS dinobatkan sebagai Best CIO in Asia oleh The Asset Triple A.
Head of Investment & Insurance Product Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, mengatakan pihaknya tetap mengedepankan strategi investasi berbasis diversifikasi untuk menghadapi volatilitas pasar pada paruh kedua 2026.
Salah satu rekomendasi utama CIO DBS adalah mempertahankan posisi overweight pada emas sebagai instrumen defensif.
Strategi ini didukung peningkatan permintaan investasi emas global yang melonjak 74% secara tahunan pada kuartal I 2026. Sementara permintaan emas batangan di Indonesia meningkat 47%.
Untuk memperluas akses investasi, Bank DBS Indonesia menghadirkan layanan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang memberikan akses ke pasar emas global dengan nilai investasi minimum Rp5 miliar.
Selain itu, perseroan telah meluncurkan 16 produk investasi baru yang dirancang untuk memperkuat ketahanan portofolio nasabah di berbagai kondisi pasar.
Bank DBS Indonesia juga mengintegrasikan insight global dari jaringan DBS Group dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk menghadirkan rekomendasi investasi yang dipersonalisasi.
Nasabah dapat menerima rekomendasi investasi melalui WhatsApp dan email, mendiskusikannya bersama relationship manager, serta melakukan transaksi secara langsung melalui aplikasi digibank by DBS.
Head of Consumer Banking Segment & Liabilities Product Bank DBS Indonesia, Natalina Syabana, mengatakan strategi DBS Treasures difokuskan pada pengelolaan kekayaan lintas generasi melalui pendekatan berbasis insight dan edukasi.
“Melalui berbagai program eksklusif, kami membantu nasabah mempersiapkan masa depan bisnis dan investasi, termasuk di bidang AI, aset digital, dan praktik bisnis berkelanjutan,” katanya. (mas)