Ancaman siber meningkat, Ensign bekali CIO dengan simulasi krisis

06:06:00 | 21 Jun 2026
Ancaman siber meningkat, Ensign bekali CIO dengan simulasi krisis
JAKARTA (IndoTelko) Ensign InfoSecurity meluncurkan program simulasi krisis siber untuk meningkatkan kesiapan para pemimpin teknologi di Indonesia dalam menghadapi ancaman siber yang kian kompleks.

Program bertajuk “From Threat to Action: Cyber Simulation Experience” tersebut digelar bersama iCIO Community sebagai mitra komunitas. Inisiatif ini dirancang untuk membekali para eksekutif teknologi dengan kemampuan pengambilan keputusan dan kepemimpinan saat menghadapi insiden siber.

Melalui simulasi berbasis skenario nyata, peserta diajak menghadapi berbagai tahapan krisis, mulai dari deteksi awal, penanganan insiden, pemulihan operasional, hingga pengelolaan komunikasi dengan para pemangku kepentingan.

Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, simulasi ini juga mendorong peserta mempertimbangkan dampak terhadap keberlangsungan bisnis, kepatuhan regulasi, layanan pelanggan, dan koordinasi lintas fungsi.

Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia, Adithya Nugraputra, mengatakan tantangan terbesar dalam insiden siber sering kali muncul ketika para pemimpin harus mengambil keputusan penting tanpa pengalaman menghadapi situasi serupa.

“Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi para pemimpin teknologi untuk merasakan tekanan saat menghadapi krisis siber dan mengasah kemampuan respons sebelum insiden nyata terjadi,” ujarnya.

Peluncuran program ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman siber di kawasan Asia Pasifik. Laporan Ensign Cyber Threat Landscape 2025 mencatat semakin eratnya kolaborasi antarpelaku kejahatan siber, termasuk kelompok ransomware, initial access brokers, dan hacktivist, yang menghasilkan serangan lebih canggih dan berdampak luas.

Di Indonesia, ancaman serupa juga menunjukkan tren peningkatan. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat terdapat 5,5 miliar serangan siber sepanjang 2025 dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah pada tahun ini.

Koordinator Divisi Partnership iCIO Community periode 20242026, Benedict Sulaiman, menilai peran CIO kini telah berkembang melampaui penguasaan teknologi semata.

“Para pemimpin teknologi dituntut mampu memimpin organisasi saat terjadi krisis siber. Pengalaman simulasi seperti ini memberikan pembelajaran praktis yang tidak dapat diperoleh melalui konferensi atau diskusi panel,” katanya.

Menurut Ensign, peluncuran program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan siber di Indonesia melalui pendekatan yang berfokus pada kesiapan operasional dan pengalaman langsung.

Sementara itu, iCIO Community memandang inisiatif ini sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas anggotanya dalam menghadapi tantangan keamanan siber yang semakin dinamis. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait