JAKARTA (IndoTelko) Keberhasilan film pendek Mania Dunia Nia meraih Juara 1 Inspiring Asia Microfilm Festival #InspiringIndonesia 2025 menjadi inspirasi dibukanya penyelenggaraan Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia. Film karya dua mahasiswa Indonesia itu mengangkat isu kesehatan mental dan berhasil melaju ke babak final tingkat Asia.
Film garapan Januar David Ciu dan Yosafat Prasetya tersebut mengangkat dinamika yang dihadapi generasi muda, mulai dari tekanan akademik, tuntutan sosial, hingga rasa kesepian yang kerap tersembunyi di balik aktivitas digital sehari-hari.
Keberhasilan tersebut mengantarkan keduanya mewakili Indonesia pada final regional yang sebelumnya digelar di Singapura.
Januar mengatakan ide cerita lahir dari pengalaman di lingkungan kampus setelah melihat banyak mahasiswa kesulitan memperoleh layanan konseling akibat tingginya kebutuhan pendampingan psikologis.
“Kondisi tersebut membuat kami melihat bahwa persoalan kesehatan mental tidak selalu terlihat secara kasat mata, tetapi nyata dirasakan banyak anak muda,” ujarnya.
Yosafat menambahkan, tim memilih mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari karena dinilai lebih mudah membangun kedekatan emosional dengan penonton.
Menurutnya, kekuatan sebuah karya terletak pada keberanian mengangkat isu yang autentik dan relevan dengan pengalaman pribadi maupun lingkungan sekitar.
Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan perfilman, keduanya berhasil menghadirkan karya yang mendapat apresiasi di tingkat regional. Yosafat merupakan mahasiswa magister Fakultas Kehutanan, sedangkan Januar merupakan mahasiswa Teknik Industri Universitas Indonesia.
Januar juga mengaku pengalaman mengikuti program beasiswa TELADAN dari Tanoto Foundation membantunya dalam mengelola tim selama proses produksi film.
Menurutnya, produksi film tidak hanya membutuhkan kreativitas, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi dan komunikasi yang efektif.
Keberhasilan Mania Dunia Nia dinilai menunjukkan bahwa kisah-kisah lokal Indonesia memiliki daya tarik universal dan mampu diterima oleh audiens internasional.
Semangat tersebut diusung kembali pada Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia yang mengangkat tema Community Empowerment: Belonging, Resilience, Thriving.
Festival ini terbuka bagi sineas muda, pelajar, komunitas, organisasi sosial, hingga kreator independen yang ingin mengangkat kisah pemberdayaan masyarakat melalui film pendek.
Selain kompetisi film, penyelenggara juga menghadirkan mekanisme community vetting sehingga masyarakat dapat memberikan dukungan terhadap karya yang dinilai memiliki dampak sosial terbesar.
Pada penyelenggaraan tahun ini, festival menghadirkan tiga kategori, yakni Best Micro Film Award, Best Project Award, dan Best AI Film Award.
Kategori AI Film diperkenalkan untuk membuka peluang lebih luas bagi kreator menghasilkan karya dengan dukungan teknologi AI tanpa harus mengeluarkan biaya produksi yang besar.
Didukung Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan Campaign for Good, festival ini menyediakan total hadiah nasional senilai Rp325 juta.
Finalis terbaik dari Indonesia akan mewakili Indonesia pada kompetisi tingkat Asia yang dijadwalkan berlangsung di Manila, Filipina.
Pada tingkat regional, penyelenggara menyiapkan hadiah US$100.000 untuk kategori Best Project, US$50.000 untuk Best Micro Film, dan US$10.000 untuk Best AI Film.
Pendaftaran Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 #InspiringIndonesia masih dibuka hingga 30 Juni 2026, sebelum memasuki tahap seleksi, voting publik, dan pengumuman finalis pada Agustus 2026. (mas)