JAKARTA (IndoTelko) - IBM memperkenalkan IBM Bob, platform pengembangan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola seluruh siklus pengembangan perangkat lunak secara lebih cepat, aman, dan terukur. Solusi ini kini tersedia secara global dan ditujukan untuk mendukung kebutuhan enterprise dalam mengadopsi pengembangan software berbasis AI.
Berbeda dari asisten coding konvensional, Bob dirancang untuk mendukung seluruh tahapan software development lifecycle (SDLC), mulai dari perencanaan, desain, pengkodean, pengujian, implementasi hingga modernisasi aplikasi. Platform ini menggabungkan kemampuan AI dengan mekanisme tata kelola, keamanan, dan kontrol yang dibutuhkan perusahaan berskala besar.
Senior Vice President IBM Software, Dinesh Nirmal, mengatakan banyak organisasi saat ini berlomba melakukan modernisasi sistem. Namun, percepatan tanpa pengawasan yang memadai berpotensi meningkatkan risiko operasional dan keamanan.
“IBM Bob memungkinkan perusahaan memanfaatkan kecepatan AI tanpa mengorbankan tata kelola dan transparansi yang dibutuhkan bisnis. Solusi ini dibangun oleh developer IBM untuk membantu transformasi organisasi menuju pendekatan AI-first,” ujarnya.
Bob mengintegrasikan AI agentik ke seluruh proses pengembangan perangkat lunak melalui agen spesialis berbasis peran, alur kerja yang dapat digunakan kembali, serta mekanisme human-in-the-loop untuk memastikan setiap proses tetap berada dalam kendali tim pengembang.
Salah satu fokus utama Bob adalah membantu proyek modernisasi aplikasi yang selama ini menyerap sebagian besar anggaran teknologi perusahaan. Platform tersebut mampu mengotomatisasi berbagai aktivitas mulai dari analisis kode, pengujian, dokumentasi hingga pengelolaan pipeline pengembangan.
IBM mengungkapkan bahwa Blue Pearl berhasil memangkas proses peningkatan versi Java yang biasanya memerlukan waktu sekitar satu bulan menjadi hanya tiga hari menggunakan Bob. Implementasi tersebut menghasilkan penghematan lebih dari 160 jam kerja tim pengembang.
Dari sisi keamanan, Bob telah dibekali kemampuan standardisasi prompt, pemindaian data sensitif, penerapan kebijakan secara real-time, hingga pengujian keamanan AI yang berjalan langsung di dalam proses pengembangan. Selain itu, fitur BobShell menyediakan jejak audit yang memungkinkan setiap aktivitas AI ditelusuri secara menyeluruh untuk mendukung kebutuhan kepatuhan.
IBM juga mengadopsi pendekatan multi-model pada Bob. Platform ini secara otomatis memilih model AI yang paling sesuai berdasarkan kebutuhan tugas, tingkat akurasi, performa, dan efisiensi biaya. Bob memanfaatkan kombinasi model IBM Granite, Anthropic Claude, Mistral, serta sejumlah model khusus yang telah dioptimalkan untuk penalaran kode, keamanan, dan prediksi perubahan kode.
General Manager Automation & AI IBM Software, Neel Sundaresan, menilai keberhasilan AI dalam pengembangan perangkat lunak tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan model, tetapi juga bagaimana model tersebut diterapkan dan dikendalikan dalam proses kerja.
Menurutnya, Bob dirancang sebagai platform agentik yang menghadirkan dukungan AI bagi berbagai peran dalam SDLC, mulai dari arsitek sistem hingga engineer keamanan, sehingga tim pengembang dapat mengurangi pekerjaan rutin dan lebih fokus pada aktivitas bernilai tinggi.
IBM pertama kali menerapkan Bob secara internal pada Juni 2025 kepada sekitar 100 developer. Saat ini platform tersebut telah digunakan lebih dari 80.000 karyawan IBM di seluruh dunia.
Berdasarkan survei internal, pengguna Bob melaporkan peningkatan produktivitas rata-rata sebesar 45% pada proyek modernisasi, keamanan, dan pengembangan aplikasi baru. Tim IBM Instana mencatat pengurangan waktu pengerjaan hingga 70% pada sejumlah tugas tertentu atau setara penghematan sekitar 10 jam per minggu. Sementara itu, tim IBM Maximo melaporkan efisiensi waktu hingga 69% dalam berbagai pekerjaan pengembangan dan refactoring kode.
Selain digunakan secara internal, Bob juga telah dimanfaatkan sejumlah organisasi global. Ernst & Young (EY) menggunakannya untuk mempercepat modernisasi platform pajak global melalui otomatisasi refactoring kode, pengujian, dan dokumentasi. Sementara APIS IT memanfaatkan Bob untuk memodernisasi sistem pemerintahan berbasis mainframe dan .NET, termasuk mempercepat migrasi layanan kompleks yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu menjadi hanya beberapa jam. (mas)