PaDi UMKM perkuat pengadaan digital BUMN

07:07:00 | 26 May 2026
PaDi UMKM perkuat pengadaan digital BUMN
JAKARTA (IndoTelko) - PaDi UMKM memperkuat ekosistem pengadaan digital nasional melalui gelaran PaDi Business Forum & Showcase (PBFS) 2026 yang berlangsung di Auditorium PLN Pusat, Jakarta Selatan.

Kegiatan yang digagas PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tersebut dihadiri oleh Danantara Asset Management, Kementerian UMKM Republik Indonesia, BP BUMN, lebih dari 50 perusahaan BUMN, serta pelaku UMKM dari berbagai sektor industri.

Mengusung tema “Menjalin Kolaborasi, Menggerakkan Investasi, dan Mempercepat Pertumbuhan Bisnis Nasional”, forum ini menjadi ajang penguatan sinergi antara BUMN dan UMKM melalui sistem pengadaan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Berbeda dari tahun sebelumnya, PBFS 2026 digelar selama enam bulan mulai Mei hingga Desember 2026 melalui sejumlah program kolaboratif seperti PaDi Talks, Vendor Connect, dan Business Matching.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan PaDi UMKM melalui kampanye #PengadaanLebihTenang yang menitikberatkan pada keamanan, konektivitas, dan kepastian transaksi dalam ekosistem pengadaan digital.

Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset Management, Dendi T. Danianto menilai penguatan brand positioning menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan terhadap platform pengadaan digital.

Menurutnya, transformasi layanan tidak hanya berkaitan dengan perubahan identitas visual, tetapi juga bagaimana menghadirkan pengalaman penggunaan yang mampu menciptakan persepsi positif dan loyalitas pelanggan.

Sementara itu, Direktur IT Digital PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Faizal Rochmad Djoemadimengatakan PaDi UMKM terus memperkuat aspek tata kelola dan keamanan platform digital.

Ia menjelaskan platform tersebut telah dilengkapi sistem keamanan siber berlapis, kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, serta sertifikasi ISO 27001 untuk memastikan proses pengadaan berjalan aman dan transparan.

PBFS 2026 juga menghadirkan dua sesi diskusi utama terkait penguatan rantai pasok nasional melalui substitusi impor dan optimalisasi produk lokal, serta implementasi prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam pengadaan ramah lingkungan.

Selain itu, forum menghadirkan 29 seller rekomendasi dari berbagai kategori kebutuhan perusahaan dan BUMN, mulai dari elektronik, alat tulis kantor, jasa, food & beverage, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, PaDi UMKM optimistis forum tersebut mampu meningkatkan nilai transaksi melampaui capaian tahun 2025 sebesar Rp2,5 triliun sekaligus memperkuat peran digitalisasi pengadaan dalam mendukung pertumbuhan UMKM nasional. (mas)

Artikel Terkait