JAKARTA (IndoTelko) - Equinix menilai kesiapan infrastruktur dan tata kelola data menjadi faktor utama dalam mendukung implementasi agentic AI di Indonesia.
Managing Director Equinix Indonesia, Haris Izmee mengatakan perkembangan agentic AI kini mulai mendorong transformasi di berbagai sektor, mulai dari layanan pelanggan, pengembangan software, hingga otomatisasi bisnis.
Namun menurutnya, banyak organisasi masih menghadapi tantangan pada kesiapan data dan infrastruktur pendukung.
“Efektivitas agentic AI sangat bergantung pada lingkungan tempat teknologi tersebut beroperasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan pertumbuhan digital Indonesia yang semakin pesat turut meningkatkan kompleksitas pengelolaan data. Data perusahaan kini tersebar di berbagai environment seperti on-premises, multi-cloud, SaaS platform, hingga edge location.
Kondisi tersebut diperumit dengan meningkatnya ancaman keamanan siber dan tuntutan regulasi perlindungan data, termasuk implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Menurut Haris, data kini bukan hanya aset bisnis, tetapi telah menjadi tanggung jawab yang harus dikelola dan diamankan secara ketat.
Dalam konteks agentic AI, fragmentasi data dan tingginya latency dinilai dapat menghambat pengambilan keputusan sistem AI secara real-time.
Karena itu, perusahaan perlu menggeser fokus dari sekadar data access menjadi data readiness melalui standardisasi, visibilitas data, serta integrasi lintas platform.
Equinix menilai konektivitas internet tradisional sudah tidak lagi cukup untuk mendukung workload AI modern yang membutuhkan perpindahan data cepat dan stabil.
Untuk itu, interconnection atau konektivitas private berlatensi rendah antar cloud, data center, dan edge environment menjadi fondasi penting dalam membangun sistem AI yang scalable dan andal.
Selain infrastruktur, aspek governance juga disebut semakin penting seiring meningkatnya otonomi sistem AI. Organisasi perlu memastikan adanya audit trail, pembatasan akses, hingga pengawasan manusia pada skenario kritikal.
Equinix menilai keberhasilan strategi AI di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan model AI, tetapi juga kesiapan fondasi data, keamanan, dan tata kelola yang mendukung operasional secara aman dan berkelanjutan. (mas)