JAKARTA (IndoTelko) Lintasarta menandai 38 tahun perjalanannya dengan memperkuat posisi sebagai Beyond AI Factory di bawah naungan Indosat Ooredoo Hutchison Group. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen mendorong ekosistem digital dan adopsi kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi di Indonesia.
Mengusung tema “Empowering Beyond”, Lintasarta menekankan transformasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan AI, tetapi juga memastikan implementasinya dapat berjalan aman, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi industri.
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menyatakan bahwa perusahaan terus beradaptasi sekaligus mentransformasi diri di tengah akselerasi teknologi dan kompleksitas lanskap digital. Menurutnya, pendekatan Beyond AI Factory memungkinkan AI dihadirkan sebagai solusi terintegrasi yang siap diimplementasikan secara luas.
Strategi tersebut ditopang oleh fondasi 4C, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Keempat pilar ini menjadi kerangka utama dalam memastikan keandalan infrastruktur digital, fleksibilitas layanan, keamanan data, serta kolaborasi lintas sektor guna mempercepat inovasi.
Selain itu, Lintasarta juga mengedepankan nilai perusahaan yang dirangkum dalam I CARE (Innovation, Collaboration, Agility, Resilience, dan Ethics) sebagai landasan operasional dalam menghadapi dinamika industri dan melayani pelanggan.
Dalam peringatan ini, Lintasarta turut menghadirkan program sosial “Lintasarta Peduli Negeri” yang mencakup berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk edukasi literasi digital dan pengenalan AI bagi generasi muda. Program ini melibatkan karyawan atau “Laskar” dalam aktivitas sukarela di berbagai wilayah.
Ke depan, Lintasarta menargetkan penguatan peran sebagai mitra strategis transformasi digital melalui pengembangan ekosistem AI, peningkatan kapasitas talenta, serta kolaborasi lintas industri guna mempercepat kesiapan Indonesia di era digital. (mas)