Lintasarta dorong investasi infrastruktur AI, perkuat ekosistem digital Indonesia

06:07:00 | 30 May 2026
Lintasarta dorong investasi infrastruktur AI, perkuat ekosistem digital Indonesia
JAKARTA (IndoTelko) - Lintasarta memperkuat komitmennya dalam pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (AI) nasional melalui partisipasi pada forum TMT Finance APAC 2026 di Singapura.

Dalam forum yang mempertemukan lebih dari 350 investor dan pelaku industri infrastruktur digital Asia Pasifik tersebut, Lintasarta menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur AI yang terintegrasi guna mempercepat transformasi digital Indonesia.

Director & Chief Financial Officer Lintasarta, Hariyadi Ramelan, mengatakan adopsi AI saat ini tidak lagi hanya bergantung pada kapasitas komputasi, tetapi juga membutuhkan konektivitas, cloud, keamanan siber, talenta digital, hingga kolaborasi ekosistem yang kuat.

“AI bukan lagi sekadar teknologi pendukung. AI telah menjadi salah satu penggerak utama transformasi bisnis dan ekonomi digital. Karena itu, pengembangan AI perlu didukung oleh infrastruktur yang kuat dan ekosistem yang kolaboratif,” ujar Hariyadi.

Dalam panel diskusi bertajuk “What’s the Real Investment Case for AI Data Centre Models?”, Hariyadi menjelaskan Lintasarta kini memperluas peran sebagai Beyond AI Factory dengan menghadirkan layanan AI terintegrasi secara end-to-end.

Sebagai AI Factory milik Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta mengembangkan pendekatan berbasis empat pilar utama atau 4C, yakni Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration.

Melalui pendekatan tersebut, pelanggan dapat mengakses solusi AI yang mengintegrasikan konektivitas, komputasi AI, keamanan siber, hingga dukungan ekosistem dalam satu platform.

Selain memperkuat sovereign AI infrastructure, Lintasarta juga aktif membangun ekosistem AI nasional melalui gerakan AI Merdeka, pengembangan talenta digital, dan kolaborasi bersama mitra global.

Sementara itu, Chief Content Officer TMT Finance, Ben Nice, menilai AI menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan investasi infrastruktur digital di kawasan Asia Pasifik.

“AI secara jelas mempercepat aktivitas investasi dan transaksi di kawasan Asia Pasifik. Saat ini kami memantau lebih dari 100 transaksi merger, akuisisi, dan pembiayaan di sektor digital infrastructure yang terus meningkat setiap tahun,” katanya.

Hariyadi menambahkan Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain penting dalam ekosistem AI regional berkat pertumbuhan ekonomi digital, ketersediaan talenta, dan meningkatnya kebutuhan transformasi digital di berbagai sektor industri.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi yang kuat untuk membangun fondasi yang tepat, mulai dari infrastruktur, talenta, hingga pengembangan use case yang memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan masyarakat,” tutup Hariyadi. (mas)

Artikel Terkait