91 ribu siswa ikuti Try Out Digital PIJAR

07:37:00 | 06 May 2026
91 ribu siswa ikuti Try Out Digital PIJAR
JAKARTA (IndoTelko) Telkom Indonesia melalui platform digital PIJAR menggandeng Dinas Pendidikan daerah untuk menghadirkan try out berbasis digital yang diikuti lebih dari 91 ribu siswa di berbagai wilayah. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) secara lebih terukur.

Program ini menjadi bagian dari dorongan transformasi digital di sektor pendidikan, dengan menghadirkan sistem evaluasi yang lebih efisien, adaptif, dan berbasis data. ASAJ sendiri merupakan evaluasi akhir di setiap jenjang pendidikan, sementara TKA digunakan untuk memetakan kemampuan akademik siswa secara objektif.

Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menyebut kolaborasi dengan Dinas Pendidikan menjadi kunci dalam memastikan solusi yang diterapkan tepat sasaran dan mampu menjangkau lebih banyak sekolah. Menurutnya, PIJAR dirancang untuk mendukung kesiapan siswa melalui pendekatan yang berkelanjutan.

Dalam implementasinya, Dinas Pendidikan berperan penting mulai dari sosialisasi hingga memastikan kesiapan infrastruktur dan pelaksanaan asesmen sesuai standar. Hasil TKA juga dimanfaatkan sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan di daerah.

Pelaksanaan try out digital ini telah menjangkau berbagai daerah. Di Kabupaten Karawang, program diikuti lebih dari 76 ribu siswa dari sekitar 1.200 sekolah. Sementara di Kabupaten Boalemo tercatat lebih dari 2.100 siswa berpartisipasi, dan di Kota Balikpapan lebih dari 12.500 siswa mengikuti try out ASAJ.

Melalui platform ini, Telkom juga menyediakan sistem pemantauan ujian secara real-time yang memungkinkan proses berjalan lebih lancar dan menghasilkan data yang dapat dianalisis dengan cepat. Layanan ini didukung pendekatan end-to-end, mulai dari bimbingan teknis, monitoring pelaksanaan, hingga pengolahan hasil dan penyusunan laporan.

Bagi sekolah, solusi ini mempermudah evaluasi berbasis data, sedangkan bagi siswa memberikan gambaran kesiapan yang lebih terstruktur sebelum menghadapi ujian sebenarnya. Tingginya partisipasi menjadi indikasi bahwa pemanfaatan teknologi dalam proses evaluasi pendidikan semakin diterima.

Ke depan, sinergi antara teknologi dan institusi pendidikan diharapkan mampu mendorong sistem pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan kompetitif di era digital. (mas)

Artikel Terkait