JAKARTA (IndoTelko) DBS Foundation bersama Dicoding menggelar Coding Camp Workshopdi SMK Wikrama Bogor guna memperkuat kesiapan kerja siswa di era kecerdasan buatan (AI).
Program pelatihan luring ini dirancang untuk membekali siswa sekolah vokasi dengan keterampilan teknologi AI, literasi keuangan, serta soft skill untuk mendukung kesiapan karier mereka di dunia kerja digital.
Workshop tersebut merupakan bagian dari program nasional Coding Camp powered by DBS Foundation yang sejak 2023 menghadirkan pembelajaran digital terstruktur untuk mencetak lulusan siap kerja di perusahaan teknologi maupun startup.
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 227 ribu peserta, termasuk lebih dari 15 ribu siswa dari 1.500 SMK di Indonesia. SMK Wikrama Bogor menjadi salah satu kontributor terbesar dengan mengirimkan 155 siswa atau sekitar 13% dari total 1.200 peserta SMK pada program intensif periode 20252026.
Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan pihaknya berkomitmen memperluas akses pendidikan dan kesiapan kerja kaum muda secara inklusif.
Menurutnya, pelatihan ini bertujuan membekali pelajar vokasi dengan keterampilan yang relevan di masa kini maupun masa depan, khususnya di tengah perkembangan AI yang pesat.
Kebutuhan keterampilan AI dinilai semakin mendesak. Berdasarkan data Indonesian Developer Outlook 2026, sebanyak 86% pengembang di Indonesia telah memanfaatkan AI dalam pekerjaannya, menunjukkan perubahan standar kompetensi di industri teknologi.
Kondisi ini membuat lulusan SMK tak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan teknologi baru, berpikir kritis, berkolaborasi lintas disiplin, dan memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas.
Dalam workshop tersebut, selain mempelajari tech skills dari pengajar Dicoding, siswa juga mendapatkan materi soft skills dan literasi keuangan yang dibawakan langsung oleh karyawan Bank DBS Indonesia.
Kegiatan pengajaran ini merupakan bagian dari program sukarelawan karyawan People of Purpose (PoP). Sejak 2025, sebanyak 223 karyawan Bank DBS Indonesia telah berkontribusi lebih dari 5.500 jam pengajaran dalam program Coding Camp.
Kepala Sekolah SMK Wikrama Bogor, Iin Mulyani, menyebut program tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesiapan kerja alumni.
Ia berharap Coding Camp dapat terus berlanjut untuk membantu siswa membangun portofolio dan meraih mikro kredensial agar lebih mudah terserap dunia kerja.
Sementara itu, alumni SMK Wikrama Bogor, Muhammad Yazid Wiliadi, mengaku program Coding Camp membantunya memperoleh posisi magang sebagai front-end developer dan quality assurance di perusahaan pengembangan perangkat lunak di Yogyakarta.
Kini, di sela kuliahnya di Universitas Terbuka, Yazid juga bekerja paruh waktu di bidang pengembangan web untuk sejumlah klien. (mas)