JAKARTA (IndoTelko) - Sebuah inovasi teknologi mulai diterapkan di layanan kesehatan dasar di Indonesia. Melalui kolaborasi yang dipimpin Summit Institute for Development, teknologi OCR (Optical Character Recognition) dan AI prediktif mulai diuji coba di sejumlah puskesmas untuk membantu bidan memproses data kesehatan ibu hamil secara lebih cepat dan akurat.
Teknologi OCR memungkinkan sistem membaca tulisan tangan dari halaman Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang difoto menggunakan ponsel. Data tersebut kemudian otomatis diubah menjadi format digital tanpa perlu diketik ulang oleh bidan. Setelah tersimpan di sistem, data tersebut dianalisis menggunakan AI prediktif untuk mengidentifikasi potensi risiko pada kehamilan.
Hasil analisis AI bukanlah diagnosis medis, melainkan indikasi awal yang membantu tenaga kesehatan menentukan apakah seorang ibu hamil memerlukan perhatian lebih, pemeriksaan tambahan, atau rujukan lebih lanjut. Sistem ini diharapkan dapat membantu bidan yang sering menangani puluhan pasien setiap hari untuk lebih cepat mengidentifikasi kasus berisiko tinggi.
Uji coba teknologi ini dimulai pada 6, 10, dan 11 Maret 2026 melalui pelatihan kepada 40 bidan desa dari empat puskesmas di dua provinsi. Di Nusa Tenggara Barat, pelatihan melibatkan bidan dari Puskesmas Montong Betok dan Puskesmas Narmada di Pulau Lombok. Sementara di Jawa Barat, program ini melibatkan bidan dari Puskesmas Karangpawitan dan Puskesmas Cibatu di Kabupaten Garut.
Dalam pelatihan tersebut, para bidan tidak hanya mempelajari cara menggunakan aplikasi, tetapi juga dilatih memverifikasi hasil pembacaan OCR agar data yang masuk ke sistem tetap akurat. Hal ini penting karena kualitas analisis AI sangat bergantung pada ketepatan data yang dimasukkan.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program KONEKSI AI in Healthcare, kolaborasi lintas institusi yang dimulai sejak 2024. Program tersebut mendapatkan dukungan pendanaan dari Pemerintah Australia melalui skema Flourish Funding dari Dana Hibah KONEKSI, setelah melalui proses seleksi yang menilai inovasi teknologi, relevansi kebijakan kesehatan, dan potensi dampak di lapangan.
Uji coba di empat puskesmas ini menjadi langkah awal untuk mengevaluasi efektivitas teknologi tersebut sebelum diterapkan lebih luas. Jika berhasil, pemanfaatan AI di tingkat puskesmas berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak sekaligus meringankan beban kerja tenaga kesehatan di lapangan. (mas)