Kemendikdasmen gandeng Wadhwani perkuat kesiapan kerja lulusan SMK

06:38:00 | 06 Feb 2026
Kemendikdasmen gandeng Wadhwani perkuat kesiapan kerja lulusan SMK
JAKARTA (IndoTelko) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Wadhwani Foundation melalui Wadhwani Skilling Network (WSN) menggelar pertemuan nasional daring yang melibatkan seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi berskala nasional untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan pendidikan vokasi.

Pertemuan tersebut diikuti lebih dari 30.000 pimpinan sekolah, guru, dan tenaga kependidikanyang mewakili sekitar 14.325 SMK dari berbagai daerah. Skala partisipasi ini menjadikannya salah satu forum nasional terbesar yang secara khusus membahas peningkatan employability lulusan SMK.

Agenda utama pertemuan adalah memastikan seluruh SMK memahami dan mampu mengimplementasikan Program JobReady, sekaligus mendorong sekolah untuk bergabung sebagai mitra dalam penguatan keterampilan kerja berbasis hasil. Program ini menekankan integrasi soft skillssecara terstruktur ke dalam proses pembelajaran vokasi yang sudah berjalan.

Ketua Tim Kerja Peserta Didik Direktorat SMK Kemendikdasmen, Adrianus Patiung, menyampaikan bahwa tantangan lulusan SMK saat ini tidak lagi cukup dijawab dengan kompetensi teknis semata. Dunia kerja, menurutnya, membutuhkan lulusan yang adaptif, berkarakter, dan memiliki keterampilan non-teknis yang kuat.

“Kolaborasi dengan Wadhwani Foundation bertujuan memastikan setiap SMK memiliki akses ke program kesiapan kerja yang relevan dan berkualitas, sehingga transisi siswa ke dunia kerja dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President WSN sekaligus Country Director Wadhwani Foundation Indonesia, Herdian Mohammad menilai kerja sama nasional ini sebagai langkah strategis untuk menghadirkan program kesiapan kerja yang terstandarisasi di seluruh SMK. Ia menegaskan bahwa Program JobReady dirancang berbasis kebutuhan industri dan hasil nyata.

“Melalui JobReady, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen Wadhwani Foundation untuk mendukung terciptanya 3 juta penempatan kerja hingga 2030,” kata Herdian.

Program JobReady dikembangkan oleh Wadhwani Foundation dan dijalankan melalui Wadhwani Skilling Network sebagai program penguatan kesiapan kerja yang ditawarkan tanpa biaya bagi institusi pendidikan maupun peserta didik. Program ini memanfaatkan teknologi untuk memastikan kualitas pembelajaran yang konsisten di berbagai wilayah dan telah menjalin kemitraan dengan ratusan SMK, perguruan tinggi, serta politeknik di Indonesia.

Secara struktur, JobReady mencakup 79 jam pembelajaran, 75 micro-modul, dan 11 penilaian kompetensi, dengan pendekatan blended learning yang menggabungkan pembelajaran digital mandiri dan pendampingan di kelas. Peserta juga didukung oleh Wadhwani GenieAI, asisten berbasis kecerdasan buatan yang membantu simulasi wawancara kerja, penguatan materi, serta umpan balik personal.

Dalam skema kemitraan, SMK akan mendapatkan dukungan menyeluruh, mulai dari orientasi pendidik, panduan implementasi, sertifikasi, hingga akses ke platform pembelajaran digital. Pendekatan ini dirancang agar peningkatan employability dapat terintegrasi secara praktis tanpa menambah beban administratif sekolah.

Ke depan, Wadhwani Foundation membuka peluang kemitraan bagi ribuan SMK di seluruh Indonesia yang belum tergabung. Melalui kerja sama ini, sekolah dapat mengimplementasikan Program JobReady tanpa biaya, dengan manfaat tambahan berupa sertifikat penyelesaian bagi siswa dan pendidik yang mengikuti dan menuntaskan program. (mas)

Artikel Terkait