Kebiasaan sepele bisa picu penyalahgunaan data

05:41:00 | 25 Jan 2026
Kebiasaan sepele bisa picu penyalahgunaan data
JAKARTA (IndoTelko) - Seiring meningkatnya aktivitas digital, ancaman kebocoran data pribadi kian mengintai, tidak hanya dari sisi sistem teknologi, tetapi juga dipicu oleh kebiasaan harian yang kerap dianggap remeh. Data yang tersebar tanpa disadari dapat dimanfaatkan untuk berbagai tindak kejahatan, mulai dari pengajuan pinjaman online ilegal hingga pembobolan rekening perbankan.

Fenomena tersebut mendorong VIDA, penyedia solusi identitas digital dan pencegahan penipuan di Indonesia, menekankan pentingnya perlindungan data yang dimulai dari kesadaran individu. Menurut VIDA, kelalaian pengguna masih menjadi salah satu faktor utama terbukanya celah penyalahgunaan data pribadi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, VIDA meluncurkan gerakan literasi publik bertajuk #VIDAJagaKalian. Kampanye ini dirancang sebagai upaya edukatif yang mengangkat isu perlindungan data melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam menjaga informasi pribadi.

“Banyak kasus kebocoran data berawal dari hal sederhana yang luput disadari. Melalui #VIDAJagaKalian, kami ingin membangun kesadaran bersama agar masyarakat lebih waspada dan konsisten melindungi data pribadi mereka,” ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.

Sebagai bagian dari kampanye tersebut, VIDA menghadirkan kolaborasi bertajuk “Tukang Gorengan Jadi Tahu” dengan melibatkan pedagang gorengan. Inisiatif ini menyoroti praktik penggunaan dokumen pribadi—seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, hingga ijazah—sebagai pembungkus makanan. Meski kerap dianggap sepele, kebiasaan ini dinilai berisiko karena dokumen tersebut dapat disalahgunakan apabila jatuh ke pihak yang tidak bertanggung jawab.

VIDA juga menggelar rangkaian aktivasi #VIDAJagaKalian di kawasan MRT Dukuh Atas pada 2225 Januari 2026. Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat mengikuti pengalaman edukatif interaktif seputar pentingnya menjaga data pribadi, sekaligus menikmati gorengan khas Indonesia secara gratis. Pengunjung juga diperkenalkan pada solusi teknologi VIDA untuk melindungi identitas digital dari potensi penipuan.

“Pendekatan edukasi harus relevan dengan realitas masyarakat. Dengan cara yang sederhana dan membumi, kami berharap pesan perlindungan data dapat dipahami dan diterapkan secara berkelanjutan,” tambah Niki.

Selain edukasi publik, kampanye ini turut memperkenalkan fitur DocsVault dan SecureShare yang tersedia di VIDA App. DocsVault memungkinkan penyimpanan dokumen penting dalam sistem terenkripsi dengan pengamanan biometrik, sementara SecureShare memberikan kontrol penuh bagi pengguna saat membagikan dokumen, termasuk pengaturan akses, durasi penggunaan, serta pelacakan aktivitas.

AVP Product Management VIDA, Mukti Pradana, menjelaskan bahwa kedua fitur tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengelola dokumen pribadi secara aman dan praktis. “Pengguna dapat menyimpan dokumen sensitif dengan enkripsi dan biometrik, lalu membagikannya secara aman dengan kontrol akses yang dapat dicabut kapan saja,” ujarnya.

Melalui gerakan #VIDAJagaKalian, VIDA menegaskan komitmennya dalam memerangi penipuan digital, tidak hanya lewat edukasi, tetapi juga dengan menghadirkan solusi teknologi yang mendukung aktivitas individu maupun pelaku usaha agar lebih aman dan tepercaya di ekosistem digital. (mas)

Artikel Terkait