Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
telkomsel halo

2020, Cashlez rugi Rp7,13 miliar

04:47:38 | 05 May 2021
2020, Cashlez rugi Rp7,13 miliar
Suwandi
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – PT Cashlez Worldwide Indonesia, Tbk (Cashlez) mengalami kerugian sebesar Rp7,13 miliar sepanjang 2020 menurun 34,3% dibandingkan periode 2019 sebesar Rp10,85 miliar.

Perseroan berhasil mencapai pertumbuhan pendapatan yang cukup besar di 2020 dengan total penjualan sebesar Rp84,32 miliar, mewakili peningkatan 407,73% secara tahunan.

Pada tahun 2020, pandemi telah mendorong dunia untuk mempercepat transformasi perekonomian digital, tidak terkecuali di Indonesia sehingga masyarakat mulai mengadopsi protokol “new normal” terutama dalam melakukan aktivitas bisnis.

Hal ini menyebabkan adanya perubahan pola perilaku masyarakat dalam melakukan transaksi pembayaran ke arah cashless payment. Akselerasi ekonomi digital telah membuka peluang bagi solusi pembayaran yang inovatif untuk beradaptasi ke perilaku baru.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, nilai transaksi uang elektronik pada tahun 2020 mencapai Rp204,91 triliun, meningkat 41,15% apabila dibandingkan tahun 2019.

Dengan adanya perubahan perilaku masyarakat ke arah digital, menjadi faktor utama yang mendorong bisnis Perusahaan. Sehingga, sepanjang tahun 2020, Perseroan berhasil mencapai pertumbuhan yang pesat dengan mencatatkan peningkatan pendapatan bersih menjadi Rp84,32 miliar dibandingkan dengan Rp16,61 miliar yang tercatat pada tahun 2019.

Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan nilai transaksi bruto yang meningkat menjadi Rp5,95 triliun pada tahun 2020 atau meningkat sebesar 56,16% dibandingkan angka tahun 2019. Sampai dengan akhir Desember 2020, total merchant yang bergabung dengan Cashlez mencapai 9.176 merchant termasuk didalamnya beberapa brand ternama seperti KalCare, Brawijaya Hospital, BFI Finance, Shafira, Zoya, dan Fish & Cheap.

Dengan adanya kenaikan pendapatan yang signifikan memicu pertumbuhan Laba Bruto hampir 3x lipat menjadi Rp32,01 miliar selama 2020 dibandingkan Rp11,42 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya. Prestasi yang luar biasa ini berdampak positif pada marjin usaha yang menguat sebesar 77,7ppts menjadi negatif 10,87% pada tahun 2020 dari negatif 88,59% pada tahun 2019.  

Perusahaan akan terus berupaya untuk menjaga struktur permodalan yang optimal agar dapat menopang pertumbuhan bisnis
secara berkelanjutan.

Untuk pengukuran profitabilitas, Cashlez berhasil meningkatkan marjin usaha dari negatif 88,59% pada tahun 2019 menjadi negatif 10,87% pada tahun 2020. Pada tahun 2020, Perusahaan berhasil mencapai marjin bersih yang lebih baik dibandingkan tahun 2019 sebesar negatif 8,46% (dibandingkan negatinf 65,35%).

Kedepannya, Perusahaan akan terus mendorong Nilai Transaksi Bruto dan menjaga beban operasional agar dapat menghasilkan profitabilitas yang lebih optimal.

Paket Semangat Kemerdekaan
Sedangkan dari sisi leverage, rasio lancar Perusahaan berada pada level 1,55x pada tahun 2020, masih berada pada level yang cukup stabil dibandingkan dengan 1,93x pada tahun 2019. Rasio aset terhadap ekuitas berada di tingkat 1,77x pada tahun 2020, sedikit meningkat dari 1,75x pada tahun 2019. Perusahaan akan terus mengoptimalkan struktur permodalannya dengan tetap memperhatikan tingkat risiko yang wajar untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

“Melihat perkembangan digitalisasi di Indonesia yang sangat pesat, Perusahaan melihat potensi yang sangat besar terhadap industri solusi pembayaran dan akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha untuk dapat mengembangkan bisnis mereka pada era digital. Kami optimis bahwa di tahun 2021, Cashlez dapat menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi dibandingkan tahun 2020 dengan target 5.000 merchant baru yang akan bergabung dengan Cashlez. Perusahaan akan menjalankan upaya strategis untuk dapat mencapai target kami di tahun 2021,” kata Presiden Direktur Cashlez Suwandi.

"Tahun ini kami akan memperluas kerjasama dengan partner dari berbagai segementasi melalui penerapan Open API sehingga mempermudah integrasi. Dengan begitu, platform digitalisasi yang disediakan partner lebih lengkap dengan pembayaran non-tunai, dan tentunya bersama – sama dapat memperluas jangkauan pasar serta memaksimalkan pertumbuhan bisnis secara jangka panjang,” tutupnya.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year