Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan
HUT RI ke 75

Adopsi smart city bisa dukung kondisi New Normal

10:02:29 | 10 Jun 2020
Adopsi smart city bisa dukung kondisi New Normal
Suasana Webinar Speed Up New Normal Achievement
Angkasa Pura 2
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah Daerah (Pemda) yang mengadopsi smart city bisa mempercepat berjalannya kondisi "New Normal" bagi masyarakatnya.

Demikian salah satu kesimpulan dari Webinar “Speed Up New Normal Achievement” yang digelar Telkom Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB), belum lama ini.

Adapun topik utama yang dibahas dalam webinar yang dihadiri oleh lebih dari 350 peserta ini adalah bagaimana Smart City turut andil untuk membantu Individu, Masyarakat, Pemerintah, Industri/Bisnis dan Akademisi dalam mengadapi “New Normal” yang akan segera diberlakukan diberbagai daerah di Indonesia.

Terlibat sebagai pembicara adalah para ahli dibidangnya yang tentunya sangat menguasai topik bahasan tersebut, yaitu Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto, Rektor ITB Arif Satria, EVP Telkom Regional II Teuku Muda Nanta, dan SM Smart City Development Telkom Indonesia Wahyudi.

"TelkomGroup siap mendukung Pemda selama Pandemi-Covid 19 dan menghadapi “New Normal”," kata Nanta.

Dijelaskannya, tidak bisa dipungkiri pandemi mendorong perubahan perilaku dan peningkatan digitalisasi. Contoh sederhana dapat dilihat bahwa berdasarkan analisis Big Data terhadap pengguna Indihome yang menyatakan bahwa 3 aktivitas yang dominan dilakukan masyarakat selama PSBB adalah online education, online communication (Video Conference) dan dan online games.

"Solusi – solusi smart city sangat tepat digunakan dalam kondisi seperti saat ini," katanya.

Bima Arya menyampaikan New Normal sebagai proses yang sangat panjang dengan sifat yang integratif dan evaluatif. Kondisi ini merupakan fase yang anomali dan bisa saja prosesnya maju-mundur dilihat dari evaluasinya.

"Dilihat dari sisi teknologi, kita dipaksa untuk meloncat puluhan tahun kedepan, tetapi secara perilaku fisik kita ditahan menjadi lebih konservatif untuk melaksanakan physical distancing. Pemerintahan pun dituntut untuk terbuka kepada masyarakat," katanya.

Lebih lanjut Bima Arya menyampaikan bahwa terdapat beberapa isu besar yang perlu diperhatikan dalam persiapan “New Normal” antara lain sistem teknologi baru untuk penanganan Covid-19 dan pelayanan publik dengan menerapkan smart government yang harus disegerakan pengimplementasiannya.

Untuk mewujudkan hal itu semua ada 3 aspek yang perlu diperhatikan, yaitu aktor, infrastruktur, dan kultur. Smart City untuk solusi Covid-19 di suatu wilayah dapat terlaksana apabila ketiga aspek itu terpenuhi.

Arif Satria menambahkan yang survive bukan yang paling kuat atau yang paling pintar, tetapi yang paling responsif terhadap perubahan.

HUT RI ke 75
"Situasi Covid-19 menuntut kita sebagai individu untuk merespon dengan gaya hidup, cara belajar, dan cara bekerja yang lebih fleksibel terhadap perubahan," katanya.

telkom sigma
Wahyudi mengatakan situasi Pandemi Covid-19 menjadikan peran digital transformation sangatlah penting. "Untuk itu dalam upaya mendukung pemerintah baik itu dalam mengatasi keterbatasan akibat Covid-19 maupun dalam pengembangan smart city, Telkom Group melalui Smart City Nusantara telah mengembangkan beberapa solusi seperti PPDB From Home, eLearning, Smart Village, Monitoring Pajak, Thermal Camera Checkpoint, dan lain sebagainya," katanya.(ad)

Smart City, satukan Negeri
Artikel Terkait
Kuota Ketengan