Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Menteri Rini optimistis LinkAja menjadi Unicorn

12:54:28 | 01 Jul 2019
Menteri Rini optimistis LinkAja menjadi Unicorn
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno bersama Wapres Jusuf Kalla usai meresmikan LinkAja.(ist)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno optimistis LinkAja bisa menjadi unicorn baru kebanggaan anak bangsa. Unicorn adalah valuasi untuk startup dengan nilai US$1 miliar.

"LinkAja ini sebagai pemersatu transaksi digitalnya Himpunan Bank-bank Negara (Himbara). Payment gateway system ini dihubungkan dengan sistem perbankan bank-bank BUMN. Bukan hanya e-wallet saja, bagi yang belum punya rekening bank BUMN sudah bisa tinggal transfer. Tapi kalau yang punya bisa dipakai untuk debit card, jadi ini mempermudah,” ujar Rini dalam rilisnya kemarin.

Rini menjelaskan saat ini LinkAja sudah bisa digunakan di luar negeri yaitu Singapura. Hal ini dikarenakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura sangat banyak, sehingga lebih memudahkan transaksi ataupun mengirimkan uang ke daerahnya. Namun, Rini juga menegaskan negara-negara lain juga tengah dijajaki kerja sama dengan LinkAja seperti Hong kong, Taiwan dan Malaysia.

“Karena di negara-negara itu banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI),” tegasnya.

LinkAja menghadirkan beragam fitur dan layanan transaksi pembayaran di lebih dari 150,000 merchant dan akan terus bertambah; pembayaran di lebih dari 400 tagihan dan produk digital seperti IndiHome, PLN, dan puluhan voucher game online; belanja online di lebih dari 20 e-commerce nasional seperti Tokopedia, Bukalapak dan Blanja; pembayaran pada berbagai moda transportasipublik seperti Bluebird, Railink, Damri; puluhan partner donasi digital seperti Rumah Zakat dan Baznas; layanan pengiriman uang; hingga fitur-fitur keuangan dan hiburan.

Selain itu, LinkAja memiliki titik CICO (Cash In Cash Out) untuk mengisi saldo dan menarik tunai di lebih dari 100,000 titik di seluruh Indonesia, termasuk di minimart (Indomaret, Alfamart, Alfamidi dll), Grapari Telkomsel, puluhan ribu ATM Link Himbara dan jaringan ATM Bersama, dan lebih dari 100 ribu jaringan outlet Mitra LinkAja (MiLA).

LinkAja merupakan uang elektronik nasional kebanggaan Indonesia berbasis server yang merupakan produk andalan dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) dan telah terdaftar di Bank Indonesia.

Finarya merupakan anak usaha yang dibentuk dari semangat sinergi nasional PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan tujuh badan usaha milik Negara (BUMN), yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara(Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dan PT Danareksa (Persero) yang berdiri pada 21 Januari 2019. 

Telkom Marketing 2
Namun, akan ada tambahan beberapa perusahaan BUMN yang akan jadi pemegang saham LinkAja yaitu PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Angkasa Pura II.

Menurut CEO Finarya, Danu Wicaksana, dengan adanya penambahan BUMN baru tersebut dalam porsi kepemilikan saham Finarya, porsi saham yang selama ini dimiliki oleh delapan BUMN akan berubah.

Angkasa Pura 2
Kini, kepemilikan saham Finarya 25% oleh PT Telkomsel, 20% masing-masing dimiliki Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Negara Indonesia, tujuh persen dimiliki Bank Tabungan Negara dan Pertamina, dan satu persen PT Jiwasraya.(id)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma