Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019

Sempat cabut, Indosat kembali garap bisnis digital

11:24:00 | 19 Mar 2019
Sempat cabut, Indosat kembali garap bisnis digital
Presiden Direktur & CEO Indosat Chris Kanter bersama Menkominfo Rudiantara kala meresmikan Future Digital Economy Lab.(ist)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) – Indosat Ooredoo kembali terlihat fokus menggarap bisnis digital pasca sempat ditinggalkannya pada 2017 dengan alasan tak kuat berinvestasi di sektor tersebut.

Pada 2014, Indosat dibawah Presiden Direktur & CEO Alexander Rusli sempat membentuk unit kerja Layanan Digital Indosat guna menggarap bisnis digital. Kala itu sejumlah produk digital digelontorkan mulai dari eMoney hingga marketplace. (Baca: Bisnis digital Indosat)

Namun, pada 2017 bisnis digital mulai dilepas oleh pengganti Alexander yakni Joy Wahjudi yang lebih memilih fokus kepada kapabilitas anak usaha Ooredoo itu sebagai penyedia jaringan telekomunikasi. (Baca: Indosat mundur)

Sayangnya, Joy tak lama di Indosat, dan sepertinya strategi yang diusung penggantinya, Chris Kanter, beda lagi.

Pria yang akrab disapa CK ini memiliki strategi LEAD yang salah satunya adalah melakukan percepatan business to business (B2B) digital.

Mewujudkan strategi terbarunya, Indosat Ooredoo menghadirkan Future Digital Economy Lab, yang bertujuan menjadi wadah untuk mengembangkan inovasi, penguatan sumber daya serta menghasilkan beragam use case berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diproduksi di dalam negeri guna meningkatkan perekonomian bangsa dan menciptakan peluang usaha di berbagai industri.

“Indosat Ooredoo Business menyadari pentingnya membangun sumber daya manusia serta mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi revolusi industri 4.0 lewat pemanfaatan infrastruktur digital yang baik serta penguasaan teknologi. Dengan sumber daya yang dimiliki, Kami ingin membangun ekosistem future digital economy dan menjadi penghubung bagi para stakeholder dari beragam bidang melalui Future Digital Economy Lab. Kami berharap laboratorium ini dapat menjadi wadah untuk berkolaborasi mengembangkan ide inovasi, inkubasi beragam use case tepat guna berbasis IoT yang dapat meningkatkan perekonomian bangsa yang mandiri menuju kekuatan ekonomi ke 5 dunia,” ujar President Director & CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter kemarin.

Indosat Ooredoo Business menghadirkan Future Digital Economy Lab pertama di Institut Teknologi Bandung bernama IoT Innovation & Future Digital Economy Lab yang diresmikan oleh Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartarto. Program ini akan dilanjutkan lewat kerja sama dengan Universitas Bina Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Trilogi, STIE PERBANAS, President University, Universitas Prasetiya Mulya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Udayana yang dapat menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan talent digital berbasis Awareness dengan cara Learning by doing.

Indosat Ooredoo Business sendiri secara konsisten mengambil peran aktif untuk menyediakan infrastruktur digital yang lengkap mulai konektivitas tepat guna, layanan ICT, platform-platform dan aplikasi-aplikasi dengan teknologi terkini dalam implementasi tren teknologi digital yang berkembang. Transformasi digital di Indonesia juga didorong melalui berbagai inisiatif pemerintah diantaranya Smartcity & Making Indonesia 4.0.

Pentingnya peranan ICT khususnya Internet of Things (IoT) memerlukan kerja sama kolektif, efektif dan berkelanjutan diantara stakeholder seperti industri telekomunikasi, akademisi, dunia bisnis serta UKM, ekonomi kreatif,  vendor teknologi, elemen pemerintah dan komunitas untuk menghadapi tantangan yang semakin tinggi dan menciptakan kesempatan bertumbuh dari hadirnya evolusi teknologi.

Angkasa Pura 2
Future Digital Economy Lab diharapkan mampu menghasilkan ide inovasi, referensi desain produk dan solusi guna menjawab kasus-kasus IoT yang dapat dikembangkan dalam skala industri untuk beragam kebutuhan baik itu pengembangan produk, layanan, manufaktur, marketing, dan lain-lain. Selain itu, program-program pengembangan talent dan inkubasi future economy berbasis digital juga bisa dihasilkan di laboratorium ini. Wadah ini juga dapat menjadi tempat pengujian beragam perangkat IoT dan sandbox untuk mendapatkan sertifikasi perangkat, menghasilkan intellectual property anak negeri, sertifikasi sumber daya serta tempat bertemunya produsen dan pengguna.

telkom sigma
"Program-program yang dijalankan di dalam Lab diharapkan menghasilkan karya nyata, berkualitas dan aplikatif untuk menjawab masalah di lapangan atau pengembangan bisnis,” tutup Chris Kanter.(wn)

Telkom Smart City
Artikel Terkait
telkom solution travel
atta 300 x 250.gif
More Stories
telkom smart city
indihome IDN