Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Peluncuran Satelit Nusantara Satu molor ke 19 Februari 2019

13:35:46 | 23 Jan 2019
Peluncuran Satelit Nusantara Satu molor ke 19 Februari 2019
Manajemen PSN bersama replika roket Falcon 9 dan satelit Nusantara Satu.(dok)
telkomtelstra januari - maret
JAKARTA (IndoTelko) - PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) menyatakan satelit Nusantara Satu (PSN VI) akan diluncurkan pada 18 Februari malam waktu Florida, Amerika Serikat (AS) atau 19 Februari 2019 pagi WIB dengan roket Falcon 9 milik SpaceX.

Sebelumnya, SpaceX menjadwalkan satelit Nusantara Satu meluncur pada 13 Februari 2019. (Baca: Jadwal Satelit PSN VI)

"Dalam bisnis satelit soal jadwal mundur itu bukan hal yang luar biasa. Kita kan harus lihat kesiapan dari peluncur (roket), ready atau tidak. Ini (mundur) karena di Agustus 2018 lalu ada jadwal peluncuran dari Falcon 9 yang mundur, jadi ada efek domino. Sekarang posisi satelit sudah di Cape Canaveral, Florida (lokasi peluncuran)," ungkap Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso di Jakarta, Rabu (23/1).

Diungkapkannya, satelit yang dibuat oleh SSL itu jika berjalan lancar peluncurannya pada 19 Februari mendatang, maka pada April 2019 akan siap beroperasi. "Satelit Nusantara Satu merupakan satelit berjenis HTS alias High Throughout Satellite pertama untuk Indonesia," katanya.

Telkom Marketing 2
Direktur Niaga PSN Agus Budi Tjahjono menambahkan satelit yang menggunakan platform SSL-1300 140 memiliki usia desain 15 tahun dan operasi 20 tahun dengan membawa 52 transponder yang terdiri atas 38 transpinder C Band dan 8 spotbeam KU Band dengan total kapasitas 15 Gbps. Khusus KU Band kapasitas yang dimiliki 13,6 Gbps. (Baca: Satelit PSN VI)

Cakupan dari C Band satelit Nusantara Satu meliputi wilayah Asia Tenggara dan KU Band untuk 8 spot beam meliputi seluruh wilayah Indonesia. Satelit ini akan menempati slot orbit 146 Bujur Timur, tepat di atas Papua. Satelit ini dikendalikan melalui stasiun bumi di Jatilihur. Jasindo dipilih sebagai pihak asuransi dari satelit ini.

Angkasa Pura 2
Biaya pengadaan satelit tersebut sekitar US$ 230 juta. Export Development Canada (EDC), menanggung lebih dari setengah biaya proyek satelit tersebut. Pendanaan sekitar 70% dari pinjaman dan 30% merupakan modal.(dn) 

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
atta 300 x 250.gif
More Stories
telkom sigma