Telkom Marketing 2
Telkom Marketing 2
blanja 2019
telkomsel halo

Digitalisasi kunci kemajuan industri pariwisata

10:29:49 | 07 Jan 2019
Digitalisasi kunci kemajuan industri pariwisata
Menpar Arief Yahya (dok)
telkomsat
telkomtelstra januari - maret
SEMARANG (IndoTelko) - Kementrian Pariwisata (Kemenpar) menyakini tekonologi digital berperan penting untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia.

"Untuk mengubah dunia secara radikal ada dua cara yaitu regulasi atau teknologi. Kita memilih teknologi digital untuk pariwisata agar kita menguncang dunia," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya seperti dikutip dari laman Kominfo (4/1). 

Pria yang akrab disapa AY itu menjabarkan tiga produk Kemenpar untuk kaum millennial yaitu Wonderful Startup Academy, Nomadic Tourism, dan Destinasi Digital.

Diungkapkannya, saat ini 5 perusahaan terbesar di dunia adalah digital company. Karena itu, industri pariwisata pun harus digital. Wonderful Start Up Academy, Destinasi Digital dan Nomadic Tourism adalah tiga produk pariwisata yang mengikuti tren bisnis digital.

"Sudah saatnya setiap destinasi wisata menggunakan digital sebagai materi promosinya. Look-Book-Pay harus diperhatikan oleh para pelaku destinasi. Wonderful Startup Academy ini untuk menciptakan ekosistem agar Indonesia menjadi destinasi wisata utama mancanegara. Program ini memberikan edukasi, knowledge sharing, mentoring hingga validasi terhadap market maupun bisnis. Juga menjadi akses kepada pemangku kebijakan, sesama pelaku bisnis pariwisata maupun konsumen langsung," ujarnya. 

Kunci keberhasilan lain di sektor pariwisata tidak lepas dari komitmen pemimpin (CEO Commitment) untuk menjadikan pariwisata sektor unggulan. Sepanjang tahun 2018, sektor pariwisata salah satu yang paling banyak mendatangkan devisa bagi Indonesia.

“Mengapa pariwisata makin maju dan terus maju? Jawabnya CEO Commitment. Karena komitmen Presiden Jokowi. Rumusnya, jika pariwisata di daerah ingin maju, pastikan CEO Commitment. Termasuk keseriusan gubernur dan bupati atau walikota. Ketika mereka serius, semua urusan pariwisata jadi mudah, cepat dan lancar. Begitu pun sebaliknya,” katanya. 

Dijelaskannya, 4 tahun berturut turut pariwisata Indonesia jadi sektor prioritas. Itu bukti komitmen presiden. “Semua diperhatikan. Akses menuju destinasi, point to point, dari satu titik ke titik lain. Semua tersambung dengan moda transportasi yang semakin kuat,” lanjutnnya. 

Selain itu, regulasi terkait pariwisata juga semakin mudah, murah, cepat dan mendorong investasi. Presiden Jokowi juga sudah hadir di hampir semua destinasi yang diprioritaskan untuk terus mempromosikan destinasi pariwisata secara khusus.

“Yang tak kalah penting, Presiden juga concern mendorong industri. Semua dirangkul ikut di pariwisata untuk maju dan berkembang, bahkan mendunia. Contohnya kuliner. Beliau meminta kuliner tradisional hadir di rest area, dan lainnya,” ujar Menpar Arief Yahya.

Lebih jauh dikatakan, tumbuhnya sektor pariwisata Indonesia juga didorong tingginya minat masyarakat melakukan perjalanan wisata, terutama oleh generasi milenial. Hasil survei dari Alvara Research Center menyebut, 1 dari 3 generasi melenial Indonesia melakukan wisata minimal sekali dalam setahun.

Telkom Marketing 2
Dari sisi strategi, pariwisata Indonesia berkembang dan maju berkat konsep 3A yaitu atraksi, amenitas, dan aksesibilitas. “Selama ini, promosi sudah kita lakukan dengan gencar. Baik di dalam negeri maupun luar negeri. Baik secara off line maupun digital. Terutama digital. Dibantu sahabat milenial, kita kembangkan beragam destinasi digital di semua daerah,” ujarnya.

Asal tahu saja, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ( wisman) ke Indonesia tahun 2018 sebanyak 17 juta wisatawan. Namun menurut data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) melalui situs resminya www.bps.go.id pada Selasa (1/1), target tersebut tak terpenuhi.

Angkasa Pura 2
Secara kumulatif, Januari–November 2018, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 14,39 juta kunjungan.(ak)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
telkom solution travel
More Stories
telkom sigma