Paket Semangat Kemerdekaan
Paket Semangat Kemerdekaan

Amartha bidik pasar P2P Lending bagi UMKM

09:10:35 | 01 Dec 2016
Amartha bidik pasar P2P Lending bagi UMKM
Andi Taufan Garuda Putra dalam sebuah diskusi(dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu kunci penggerak ekonomi di Indonesia, semakin banyak masyarakat Indonesia berinvestasi di UMKM untuk memajukan mereka maka otomatis juga akan memajukan ekonomi Indonesia.

Untuk itu ada sebuah inovasi microlending untuk mewujudkan keuangan inklusif yaitu dengan platform investasi online Amartha untuk para UMKM.

Menurut CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, mendirikan Amartha untuk mendorong pertumbuhan UMKM. Awalnya investasi UMKM di Amartha dimulai dari sebuah kecamatan di pelosok daerah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan bank.

Amartha menyentuh masyarakat pelosok agar mereka mendapatkan akses ke modal usaha meskipun tidak memiliki rekening bank. Amartha menyediakan opsi yang lebih terjangkau dengan bagi hasil yang kompetitif. Melalui platform peer-to-peer Amartha, dana investasi juga dijamin keamanannya dan para investor bisa langsung mengetahui siapa yang akan diberi dana seperti pengrajin bros, pengusaha keset, pembuat rengginang, dan sebagainya.

Dalam membangun Amartha, Taufan membuka pintu selebar-lebarnya untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak lain seperti kerja sama dalam membangun platform, kerja sama dengan perbankan. Yang paling penting kerja samanya bisa berdampak ke peminjam bisa mendapatkan modal dan berdampak sosial.

Head of Bank Indonesia FinTech Office Junanto Herdiawan menjelaskan  Bank Indonesia sendiri kini sedang membahas terkait perlindungan konsumen dan investor, memonitor kondisi yang berkembang saat ini, serta pasang surutnya ranah teknologi finansial.

“Fintech sendiri sudah muncul sejak tahun 2014 yang bertujuan untuk memberikan layanan ke pos-pos financial yang masih kosong. Kepentingannya bukan cuma kapital tetapi juga keluhuran untuk mengakses masyarakat yang belum mendapat akses perbankan” tambah Junanto.

Asal tahu saja, terdapat 57 juta UMKM di Indonesia pada tahun 2013 yang mampu menyerap 96% pekerja dan berkontribusi pada GDP Indonesia sebesar 58%. Tapi angka ini tidak naik sejak tahun 2010. Perlu ada bantuan agar UMKM naik kelas. UMKM penting karena masih ada 28.6 juta rakyat miskin dan 62 juta hampir miskin.

PT Amartha Mikro Fintek  sebagai pemilik Amartha adalah penyelenggara layanan Peer-to-Peer (P2P) Lending yang berfungsi menjadi  arketplace untuk memudahkan investor menemukan peluang investasi pada pembiayaan UMKM di Indonesia.

Platform ini adalah inovasi dan pengembangan dari konsep group lending (tanggung renteng) yang sudah dilakukan sejak 2010. Investor dapat berinvestasi mulai dari Rp 3 juta dan mengelola secara mandiri portfolio investasinya serta menentukan siapa pengusaha mikro dan kecil (UMKM) yang ingin dibantu.

Sejak 2010, Amartha telah melayani lebih dari 27.000 anggota dan menyalurkan lebih dari Rp 50 miliar pembiayaan bagi pengusaha mikro di pelosok pedesaan di Indonesia dengan default rate (gagal bayar anggota) sebesar 0% selama 6 tahun.  

Sejauh ini Bank Indonesia mencatat jumlah pelaku Fintech yang telah didaftar telah mencapai sekitar 100 pelaku. Pendataan dilakukan melalui Klinik Fintech yang disediakan oleh bank sentral. Melalui klinik tersebut, para startup yang ada di sektor ini melakukan konsultasi seputar bisnis mereka.

telkom sigma
Ada empat kelompok fintech, yakni peer to peer landing yang berupa pemberian pinjaman, market provisioning, investment, kemudian pembayaran.(id)

Artikel Terkait