Danamon garap Laku Pandai

11:15:29 | 30 Jul 2016
Danamon garap Laku Pandai
Ilustrasi (dok)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – Bank Danamon (Danamon) meluncurkan Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai) di lima kota yaitu Bekasi, Wonogiri, Teluk Betung, Pare-Pare dan Lubuk Pakam.

“Tahap pertama laku Pandai Bank Danamon hadir di lima kota dengan menggandeng Adira Finance akan sebagai agen,” ungkap Direktur Konsumer Bank Danamon, Michelina Triwardhany, kemarin.

Tabungan Laku Pandai dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan.

Produk ini memiliki fitur, antara lain, tanpa setoran awal dan setoran minimum, tidak dikenakan biaya administrasi tabungan, biaya atas transaksi finansial lebih murah dibandingkan dengan biaya transaksi pada tabungan konvensional.

Selain itu, bunga diberikan kepada Nasabah berapapun saldo yang ada di tabungan (dengan tier tertentu sesuai dengan kebijakan bank), menggunakan teknologi perbankan yang mudah digunakan oleh masyarakat, serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan.
 
Laku Pandai ini merupakan bagian dari komitmen Danamon mendukung Financial Inclusion yang bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

Bank Danamon akan memanfaatkan agen Laku Pandai dari sekitar 50 hingga 100 cabang Adira Finance per tahun. Saat ini, Adira Finance memiliki 3 juta debitur kredit otomotif.  

Bank Danamon menargetkan akan menjaring nasabah Laku Pandai sekitar 10.000 nasabah dari satu agen, atau akan memiliki 50.000 nasabah Laku Pandai untuk lima agen.

Produk Laku Pandai yang ditawarkan Danamon adalah tabungan, transfer dan setor tunai melalui sms banking, serta asuransi mikro.

Ditantang Fintech
Aksi perbankan yang menawarkan Laku Pandai mulai banyak mendapat saingan dari pemain Financial Technology (Fintech). Misalnya, pemain seperti Kios untuk Dagang Online (KUDO) yang didukung pendanaan dari  dari GREE, East Ventures, 500 Startups, dan IMJ Investment Partners.

Aplikasi ini mengadopsi pola Laku Pandai dimana membangun agen untuk menjadi perantara  yang memungkinkan pengecer tradisional untuk menjual produk secara online langsung kepada pelanggan.

Saat ini Kudo memiliki 50 ribu agen, hingga akhir tahun ini Kudo menargetkan 100 ribu agen sudah tersebar di seluruh Indonesia.

Jika sebelumnya hanya menjangkau Jakarta dan Jawa Barat, penyebaran agen kini lebih luas seperti ke Makassar dan Irian Jaya. Namun sebagian besar masih berada di wilayah Jawa dan Sumatera.

telkom sigma
Proses jual-beli di Kudo pun dinilai sangat sederhana. Konsumen cukup memesan produk yang diinginkan melalui agen yang ada di berbagai daerah. Setelah itu, agen tersebut akan meneruskan pesanan kepada Kudo dan produk akan langsung dikirim.(id)

Artikel Terkait