telkomsel halo

XL-Axis Menantang, Indosat Siap Melawan

09:26:39 | 04 Okt 2013
XL-Axis Menantang, Indosat Siap Melawan
Alexander Rusli (DOK)
Angkasa Pura 2

JAKARTA (IndoTelko) – Indosat ternyata gerah juga selalu dibandingkan dengan entitas baru hasil konsolidasi XL-Axis jika terwujud.

Jika selama ini Indosat menyatakan tak terganggu dengan adanya aksi konsolidasi XL-Axis, namun munculnya kajian terbaru dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings yang memperkirakan pangsa pasar XL secara pendapatan akan melesat di industri seluler nasional pasca mengakuisisi Axis, membuat anak usaha Ooredoo ini bersedia mengungkapkan sejumlah strategi yang disiapkannya di masa depan.

“Saya tahu kajian terbaru itu. Kita dibilang turun ke peringkat tiga kan. Biarin saja, nanti kita kejar dan salip lagi. Selama ini kan selalu begitu, ditempel ketat tetapi Indosat tetap nomor dua tuh,” tegas President Director & CEO Indosat Alexander Rusli di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, Fitch Ratingsmemperkirakan jika akuisisi mulus maka pangsa pasar pendapatan XL yang tadinya di posisi 19% naik menjadi 22%.
 
Hal ini berarti XL menyalip Indosat yang selama ini menguasai pangsa pasar secara pendapatan sebesar 18%.

XL juga akan memiliki keuntungan di sisi frekuensi dengan ada tambahan sekitar 15 MHz di 1.800 MHz dan 10 MHz di 2,1 GHz. Pasca akuisisi Axis, kepemilikan frekuensi XL menjadi kian dekat dengan Indosat yakni 55 MHz, dan menempel ketat Telkom (60 MHz).

Tak Keberatan
Alex menjelaskan, perseroan tak keberatan dengan adanya konsolidasi antara XL dan Axis. “Justru ini sehat bagi industri. Ini meringankan kerja kami dalam membuat program pemasaran karena tak lagi mempertimbangkan aksi yang kecil-kecil dimana suka main tarif” jelasnya.

Diungkapkannya, perseroan saat ini tengah memacu selesainya modernisasi jaringan yang melibatkan 25 ribu BTS agar siap menyelenggarakan layanan data lebih baik.

“Modernisasi selesai kita bisa tingkatkan pengguna data tetap dari yang tadinya suka pindah-pindah. Selama ini itu pengguna data yang setia di jaringan hanya sekitar 25%-30%. Sisanya selalu pindah-pindah,” jelasnya.

Ditegaskannya, Indosat pada tahun depan juga akan lebih agresif membuka area layanan baru dengan dukungan belanja moda yang kurang lebih sama dengan tahun ini.

“Sinyal belanja modal kita itu tidak turun dari tahun ini yang Rp 8 triliun. Kita tidak mau kembali ke siklus beberapa tahun lalu dimana belanja modal malah turun,” tuturnya.

Aksi lain yang dilakukan adalah memperkuat strategi pemasaran dengan mengemas lebih banyak bundling produk dan  mendorong jaringan distributor di seluruh wilayah. 
 
Sebelumnya, XL telah menandatangani CSPA dengan Saudi Telecom Company (STC) dan Teleglobal untuk membeli  95% saham Axis atau setara 100% saham STC di operator tersebut senilai US$ 822 juta . Valuasi korporasi Axis sendiri sekitar US$ 865 juta.

XL memperkirakan transaksi akan selesai akhir 2013 atau awal tahun 2014 dengan pendanaan dari pinjaman Axiata dan utang pihak ketiga. Berlanjutnya CSPA ke Sales Purchase Agreement (SPA) sangat bergantung kepada kajian yang dilakukan Kemenkominfo terkait kepemilikan frekuensi XL-Axis pasca akuisisi.

Dalam kajian XL, jika frekuensi Axis dikuasai maka penghematan jangka pendek yakni tiga tahun untuk  layanan 2G yakni sebesar US$200 juta, jangka menengah untuk layanan 3G yakni tiga sampai lima tahun sebesar US$ 200 juta, dan untuk Long Term Evolution (LTE) atau lima tahun mendatang sekitar US$ 400 juta.

Alhasil,  jika Axis berhasil dibeli maka terjadi pengurangan biaya operasional sekitar US$ 800 juta dengan belanja modal pada 2014 dihemat 40%-50% atau turun menjadi  Rp 2 triliun.

XL pun optimistis bisa menjadikan EBITDA Axis positif dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun setelah diakuisisi.

Pada 2013, Axis diprediksi memiliki pendapatan sekitar US$ 262 juta. Hingga semester pertama 2013, Axis memiliki pendapatan Rp 1,489 triliun, sedangkan rugi bersih Rp 1,642 triliun dengan utang sekitar Rp 11,06 triliun.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year