Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
Ngebut Internetnya Banyak Bonusnya
telkomsel halo

IM2 Susul First Media Gelar TDD LTE

12:13:59 | 23 May 2013
IM2 Susul First Media Gelar TDD LTE
Alexander Rusli (DOK)
Angkasa Pura 2
JAKARTA (IndoTelko) – PT Indosat Tbk (Indosat) akan menggelar teknologi Time Division Duplex  Long Term Evolution (TDD LTE)  melalui anak usahanya PT Indosat Mega Media (IM2) yang memiliki lisensi Broadband Wireless Access (BWA).

“Secara realita teknologi WiMAX tidak menghadirkan ekosistem yang bagus sehingga susah dikembangkan. Kita langsung TDD LTE saja untuk BWA yang dimiliki IM2,” ungkap President Director & CEO Indosat Alexander Rusli di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, IM2 saat ini memiliki lisensi BWA di Jawa Barat minus Jabodetabek yang pasarnya lumayan besar. “Potensi zona ini kedua terbesar setelah Jabodetabek. Bayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensinya lumayan mahal,” ungkapnya.

Dikatakannya, sejak mendapatkan lisensi pada 2009, perseroan hanya sekadar melakukan uji coba terhadap teknologi WiMax baik itu standar d atau e. “Kita bayar terus BHP frekuensinya setiap tahun. Sekarang dengan ekosistem TDD LTE sudah lumayan matang, rasanya bisa kita gelar di zona yang dimenangkan IM2,” jelasnya.

Sekadar catatan, BHP frekuensi zona 5 untuk tiga tahun pertama setiap tahunnya sekitar  Rp 18,408 miliar per tahun. Namun, sejak adanya kebijakan teknologi netral di frekuensi 2,3 GHz, maka BHP naik menjadi sekitar  Rp  19,962 miliar setiap tahunnya.

Diprediksinya, TDD LTE ekosistemnya lumayan matang di Indonesia pada triwulan ketiga 2014. Pasalnya, jika Indosat ingin menggelar TDD LTE membutuhkan perangkat di sisi konsumen yang bisa menjalankan GSM dan TDD LTE.

“Sekarang sudah ada perangkat yang dua teknologi jalan. Pasalnya, di Indonesia itu TDD LTE kan hanya untuk data, padahal suara itu masih dibutuhkan. Di Jepang sudah ada, kita mau perangkat seperti itu masuk Indonesia dulu,” katanya.

Menurutnya, kendala untuk operator seperti Indosat dalam mengembangkan teknologi baru seperti TDD LTE adalah dalam penyediaan perangkat karena selama ini tidak mengenal subsidi.“Kita tidak mau subsidi perangkat. Nah, sekarang itu menjadi pekerjaan rumah pemilik teknologi membangun ekosistem di Indonesia,” katanya.

Diungkapkannya, sejauh ini dua vendor jaringan telah mendekati perseroan untuk menggelar TDD LTE bagi IM2 yakni Huawei dan Ericsson. “Baru penjajakan. Kita sedang kaji mau vendor financing atau tidak. Soalnya vendor financing itu, bayar memang belakangan, tetapi lebih mahal,” jelasnya.

Sebelumnya, PT First Media Tbk (KBLV) dikabarkan akan mengganti teknologi WiMAX miliknya ke TDD LTE dengan bantuan dari Huawei untuk  wilayah Jabodetabek. Vendor asal China ini  tengah menggelar eNodeB dan Core TDD LTE untuk First Media di wilayah Jabodetabek.

TDD LTE diklaim  menjadi  teknologi dan solusi yang menawarkan layanan-layanan yang lebih majemuk, peningkatan kecepatan yang lebih tinggi dan percepatan konektivitas M2M (machine to machine), serta pelayanan berbagai aplikasi media sosial lainnya.

Ketika ditanya tentang persaingan nantinya antara teknologi data mobile broadband eksisting milik Indosat yakni 3G dengan TDD LTE milik First Media di Jabodetabek, Alex mengatakan, tantangan produk Sitra Wimax adalah jasa itu hanya bisa memberikan layanan data.

“Tantangan bagi TDD LTE milik First Media itu kan harus impor sendiri perangkat ke konsumen. Apalagi mereka tidak ada jasa suara. Saya rasa, teknologi eksisting masih leading di depan nantinya,” katanya.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
Telkom DES
More Stories
Data Center Service Provider of the year
Financial Analysis
XL kurangi kepemilikan di PDGDC