telkomsel halo

Aksi Penguasa Mempertahankan Singgasana

19:08:44 | 24 Jan 2013
Aksi Penguasa Mempertahankan Singgasana
Ilustrasi (DOK)
Angkasa Pura 2
Posisi Telkomsel di pasar seluler nasional hingga akhir 2012 tak bisa tergoyahkan.

Anak usaha dari Telkom dan Singtel ini dari sisi pengguna memiliki  125 juta atau menguasai sekitar 50% pangsa pasar seluler.
 
Dari sisi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih, diprediksi Telkomsel juga akan memiliki persentase yang tinggi jika merujuk pencapaiannya hingga triwulan III-2012.

Hingga triwulan III-2012, pendapatan Telkomsel sudah mencapai Rp 39,858 triliun atau  melonjak 23% dibanding periode sama 2011 sebesar Rp 36 triliun. Dari sisi keuntungan diraup sebesar Rp 11,72 triliun atau naik 23,3% dibandingkan periode sama 2011 sebesar Rp 9.5 triliun.

Namun, sepertinya Telkomsel tak mau terlena dengan prestasi tahun lalu. Di kuartal pertama 2013, Telkomsel langsung tancap gas di tengah restrukturisasi organisasi yang belum juga usai.

Salah satunya adalah menggenjot jasa data yang diharapkan menjadi mesin pertumbuhan di masa depan.
 
Antisipasi Pergeseran
Head of Device Bundling and Cuztomization Telkomsel Arief Pradetya mengungkapkan, hingga akhir 2012 jumlah pelanggan data perseroan mencapai  54 juta nomor alias masih di bawah 50% dari total pengguna.

Pada tahun ini diharapkan angka pengguna data itu bisa melesat menjadi   82 juta nomor.  

“Tantangannya adalah bagaimana menggeser  47 juta pengguna basic phone alias mereka  yang hanya biasa menggunakan SMS dan suara ke data,” jelasnya.
 
Diungkapkannya. Salah satu strategi yang tengah dijalankan adalah menggandeng pabrikan ponsel yang telah memiliki nama dan loyalis untuk pelan-pelan menggeser penggemarnya ke akses data.

“Kita memang punya strategi mnggandeng satu ponsel yang dianggap perwakilan dari sistem operasi untuk dibuat paket eksklusif. Misalnya,  untuk Windows kita gandeng Nokia Lumia, BlackBerry dengan RIM, iOS dengan iPhone, Android dengan Samsung, dan   java/S40  dengan Nokia Asha,” jelasnya.

Saat ini sistem operasi yang maish dominan digunakan di Telkomsel adalah BlackBerry sebanyak  6,4 juta pengguna, iPhone 311 ribu handset, dan Android 2 juta pengguna dimana 80% dikuasai Samsung.

Gandeng Nokia
Menyadari posisi Nokia masih kuat di pelanggan basic phone, Telkomsel melakukan langkah strategis dengan menggandeng pabrikan tersebut belum lama ini.

"Keunggulan Nokia itu memiliki seri ponsel yang banyak untuk pasar massal. Nokia bisa masuk dari segmen low end hingga high end. Apalagi, selama ini pengguna Nokia di Indonesia jauh lebih loyal," menurutnya.  

Untuk diketahui, Nokia memiliki Lumia untuk smartphone dengan sistem operasi  Windows Phone. Sedangkan untuk segmen menengah ke bawah, hadir dengan tiga kategori yang berbeda yakni   first, feature phone dan smart.

First untuk kategori ponsel pemula yang menggunakan handsetnya untuk SMS dan voice. Feature phone, pengguna tapi bukan pertama yang sudah mulai terhubung dengan internet.

Smart  hadir melalui Asha, untuk pengguna yang ingin ponsel dengan pengalaman seperti smartphone.
Sedangkan produk yang dibundling dengan Telkomsel adalah Nokia Asha 305, 306, 308, 309, dan 311. Tak hanya itu, ponsel Nokia dengan tipe 109, 110, dan 112 pun ikut dibundel.  

Paket internet yang ditawarkan mulai dari Rp1.500 per hari dengan kapasitas 10MB sampai Rp50 ribu/90 hari. Paket sudah termasuk fasilitas SMS dan percakapan.

Arief mengungkapkan, paket bundling yang disiapkan untuk jenis  Asha full touch sebanyak  750 ribu unit per 3 bulan dan  Nokia 109,110, 112  sekitar  1,5 juta unit per 3 bulan.

"Selama harga smartphone belum turun, kita harus lakukan ini agar penggunaan data meluas. Selain itu, kita juga ingin agar pengguna postpaid bisa bertambah juga," kanjut Arief.

Seperti diketahui, jumlah pelanggan KartuHalo sampai Desember 2012, mencapai 2,2 juta nomor. Targetnya di tahun 2013 ada penambahan sekitar 400 ribu pelanggan.(id)

telkom sigma
Artikel Terkait
Rekomendasi
Berita Pilihan
More Stories
Data Center Service Provider of the year