IdeaFest 2026 angkat peran manusia di era AI

08:08:00 | 07 Sep 2026
IdeaFest 2026 angkat peran manusia di era AI
JAKARTA (IndoTelko) - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin masuk ke berbagai aspek kehidupan mendorong IdeaFest 2026 mengangkat kembali pertanyaan tentang posisi manusia di tengah akselerasi teknologi.

Memasuki penyelenggaraan ke-15, IdeaFest mengusung tema “Re:Humanize” dan digelar pada 46 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.

Ajang industri kreatif tersebut menghadirkan lebih dari 500 pembicara dalam 160+ sesi, sekaligus experiential activations, creative marketplace, serta kolaborasi lintas industri.

Tema Re:Humanize diarahkan untuk mengajak masyarakat melihat AI bukan sebagai pengganti manusia, melainkan teknologi yang dapat memperluas kemampuan manusia dalam bekerja, berkreasi dan mengambil keputusan.

Data PwC menunjukkan 69% pekerja di Indonesia telah menggunakan AI untuk pekerjaan dalam satu tahun terakhir, sementara 16% telah memanfaatkannya setiap hari.

Di sisi lain, sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu area yang berpotensi memperoleh manfaat besar dari perkembangan teknologi tersebut. Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat sektor ekonomi kreatif berkontribusi lebih dari Rp1.500 triliun terhadap PDB dan menyerap lebih dari 26,5 juta tenaga kerja.

Co-Chair IdeaFest, Ben Soebiakto, mengatakan perjalanan 15 tahun IdeaFest telah mempertemukan lebih dari 2.500 pembicara dan melibatkan lebih dari 200 ribu pengunjung.

“Melalui Re:Humanize, kami ingin mengajak publik melihat kembali apa yang membuat manusia tetap penting di tengah perkembangan AI dan bagaimana teknologi dapat memperluas potensi manusia tanpa kehilangan kreativitas, empati, dan makna,” ujarnya.

500 Pembicara Bahas Masa Depan

IdeaFest 2026 mengemas tema tersebut melalui lebih dari 160 sesi IdeaTalks yang membahas AI, kreativitas, bisnis, entertainment, budaya, teknologi hingga perubahan pola kerja.

Sejumlah nama yang hadir antara lain Tom Lembong, Najwa Shihab, Tony Fernandes, Boon Ken Wong, Pandji Pragiwaksono, Kamila Andini, Dian Sastrowardoyo, Jovial da Lopez, Sherina Munaf, Veronica Utami, Agnes Rahajeng, Herald van der Linde, Vikram Sinha, dan Kavindra Airlangga.

Content Lead & BrainTrust IdeaFest, Firdza Radiany, mengatakan kurasi konten tahun ini berangkat dari pertanyaan mengenai bagaimana manusia dapat tetap menjadi pusat ketika teknologi berkembang semakin cepat.

Karena itu, IdeaFest mempertemukan berbagai perspektif lintas industri dan generasi untuk membangun diskusi mengenai arah masa depan.

AI sebagai Enabler

Potensi pemanfaatan AI di Indonesia turut didukung oleh besarnya ekosistem digital. Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat terdapat sekitar 185 juta pengguna internet dan 139 juta pengguna media sosial di Indonesia.

Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) menjadi salah satu pihak yang mendukung IdeaFest 2026 dengan membawa filosofi “Heartware Inside Hardware”.

SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia, menilai AI memberikan peluang bagi masyarakat dan industri untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka ruang inovasi.

“AI memberi kita kemampuan untuk melakukan lebih banyak hal dengan lebih cepat. Namun, manusialah yang tetap menentukan arah, tujuan, dan dampaknya,” katanya.

Menurutnya, perpaduan antara kemampuan teknologi dan potensi manusia dapat membuka lebih banyak peluang, termasuk melalui perluasan akses teknologi kepada masyarakat.

Sementara CEO dan Co-Founder Smartick Indonesia, Galih Sulistyaningra, melihat AI sebagai alat untuk mempercepat proses kreatif. Namun, pengalaman, emosi, intuisi dan kemampuan manusia memahami konteks tetap menjadi faktor pembeda dalam menghasilkan karya yang memiliki identitas.

Perluas Pengalaman Pengunjung

IdeaFest tidak hanya mengandalkan forum diskusi. Semangat Re:Humanize juga diterjemahkan melalui berbagai kolaborasi dan aktivitas yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan ide, karya dan komunitas kreatif.

Bersama JKTGo, IdeaFest menghadirkan IdeaFest Picks, marketplace yang mempertemukan pengunjung dengan brand lokal, UMKM dan pelaku industri kreatif.

IdeaFest juga berkolaborasi dengan Collect Con untuk mempertemukan kreator, kolektor, komunitas dan pelaku industri kreatif.

Sementara melalui IdeaFest X, ESCAPE menghadirkan instalasi serta aktivitas interaktif yang menggabungkan seni, kreativitas, teknologi dan pengalaman imersif.

Festival Director IdeaFest, Olivia Febrina, mengatakan pengalaman langsung menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan ruang kreatif.

“Kami ingin IdeaFest menjadi ruang yang tidak hanya memberikan inspirasi lewat diskusi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengalami, berinteraksi, dan menemukan sesuatu secara langsung,” ujarnya.

Rangkaian program tersebut pada akhirnya membawa satu pesan utama: perkembangan AI tidak menghilangkan peran manusia. Sebaliknya, manusia tetap menjadi creator, thinker, collaborator, dan decision-maker yang menentukan arah pemanfaatan teknologi.

IdeaFest 2026 berlangsung hingga 6 September 2026 di JICC, Senayan. Ajang ini didukung BNI sebagai Official Banking Partner, serta Pertamina, Google Gemini dan Indofood melalui Indomie, Pop Mie, Indomilk dan Chitato Lite sebagai Official Sponsor. (mas)

Ikuti terus perkembangan berita ini dalam topik
Artikel Terkait